Bocah Kelas IV SD, Tewas Karena Berenang di Lembah Bambu Kuning, Lampura

Bocah Kelas IV SD, Tewas Karena Berenang di Lembah Bambu Kuning, Lampura

16063
0
BERBAGI
Lampung Utara, Lensalampung.com, – Seorang bocah kelas IV (empat) SD, diketahui tenggelam di kolam renang Lembah Bambu Kuning, Desa Abung Jayo Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampung Utara, Sabtu (18/01/2020) sekira pukul 10.30WIB.

Korban bernama Muhammad Afda Warga setempat, ia merupakan pelajar di Sekolah Dasar (SD) 01 Abung Jayo. Korban merupakan putra dari pasangan Isbini dan Siti Fadilah warga Dusun Marga Mulyo Desa setempat.

Dari informasi, M.Afda dan kawan kawannya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler ke kolam renang Lembah Bambu Kuning yang diadakan pihak sekolah. Namun karena terlalu ramai membuat pengawasan tak maksimal. M.Afda meninggal dunia dalam perjalanan dari kolam Lembah Bambu Kuning ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.


“ Dilokasi para murid hanya diperbolehkan oleh guru berenang di tempat yang tidak dalam, akan tetapi karena terlalu banyak murid yang ikut pada kegiatan berenang sehingga tidak semua terkontrol. Kami diminta oleh gurunya untuk membantu mengawasi anak muridnya,” Jelas Tukiyo, salah satu karyawan kolam renang Lembah Bambu Kuning saat dikonfirmasi awak media, sabtu (18/01/2020).
Masih kata dia, saat itu korban berenang di kolam yang dalamnya sekitar 160 cm, ia tenggelam dan dilakukan pertolongan oleh salah satu guru dan diangkat ke tepian kolam. Setelah ditepian kolam kemudian dilakukan pertolongan pertama lalu dibawa ke ke Rumah Sakit Umum Ryachudu Kotabumi namun korban meninggal dunia saat perjalanan ke Rumah Sakit.
“ Pada saat dipinggir kolam, korban masi hidup, lalu korban langsung dibawa ke rumah sakit, “ terangnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Kaur Forensik Polres Lampung Utara, Bripka Untung saat dikonfirmasi usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), membenarkan bahwa telah terjadi tenggelamnya salah satu pelajar Sekolah Dasar di LBK.
Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, Untung mengatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Pada saat dilakukan visum tidak ada tanda-tanda kekerasan, yang saya temukan pada telinga sebelah kanan korban mengeluarkan air. Untuk sementara penyebab kematian korban disebabkan karena tenggelam,” pungkasnya.
Sampai berita ini ditayangkan, baik pihak sekolah maupun pihak keluarga korban belum dapat memberikan keterangan terkait peristiwa tenggelamnya Muhammad Afda Unur. (Ccp/Bbn)

TIDAK ADA KOMENTAR