Buntut Setoran Proyek, Akhirnya Kabiro Perekonomian di Non-Aktifkan

Buntut Setoran Proyek, Akhirnya Kabiro Perekonomian di Non-Aktifkan

639
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Lensalampung.com – Pelaksana Jabatan (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono mengatakan bahwa Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung  Farizal Badri Zaini di Non aktifkan sementara dari jabatan untuk dapat menyelesaikan persoalan yang mencakup dirinya di Polda Lampung terkait dugaan penggelapan uang setoran proyek senilai 14 Milliar.

Menurut Sutono Farizal digantikan tugasnya sementara oleh Kepala Bagian Pengembangan Produksi Daerah Provinsi Lampung Hazai Fauzi. Hazai Fauzi kita tugaskan sebagai Pelaksanaan Harian (Plh) di Biro Perekonomian. Ujar Sutono saat diwawancarai di depan ruangannya, Senin (29/8).

Pengantian ini sudah kita bicarakan langsung dengan Inspektorat Provinsi Lampung agar Farizal fokus dalam proses pemeriksaan di Kapolda sehingga tidak menggangu kerja dia saat masih menjabat Biro Perekonomian,“ katanya

Kiranya publik juga perlu tahu, bahwa tempo pemberhentian sementara dapat saja berakhir dengan cepat. Andaikata Farizal divonis bebas dari segala tuntutan hukumnya. Tentunya, pengaktifan kembali dalam status sebagai Kabiro kita pertimbangkan yang dapat menjalankan tugas dan kewenangannya, tidak menjadi halangan bagi kita.

Kendati Farizal untuk saat ini sedang melakukan proses pemeriksaan di Kapolda. Jadi, apa yang menjerat Farizal sekarang, tidak perlulah Ia terlalu risau. Kalau dirinya yakin sebagai orang yang tidak bersalah. Ungkap sutono.

Sebelumnya Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dilaporkan ke Mapolda setempat atas dugaan penggelapan uang setoran proyek. Dia dilaporkan oleh Djoko Prihartanto warga Wayhalim, Bandarlampung, ke Sentra Pelayanan Polda Lampung pada 2 Agustus 2016, dengan nomor:LP/B-1009/VIII/2016/Lpg/SPKT.

Menurut Djoko dalam laporan tersebut, menyebutkan bahwa Farizal telah melakukan penipuan dan penggelapan sejumlah uang setoran proyek milik sejumlah rekanan. Berdasarkan info yang saya ketahui ternyata jumlah setoran proyek yang diduga digelapkan oleh Farizal mencapai Rp14 miliar lebih.“Jumlah banyak, lebih dari Rp14 miliar,” kata sumber yang mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.

Peristiwa itu bermula pada media Februari 2016. Ketika itu, Farizal membujuk Djoko untuk dicarikan investor dengan janji mendapatkan pekerjaan proyek di Pemprov Lampung tahun 2016. (Bri)

TIDAK ADA KOMENTAR