DPRD Sebut Festival Krakatau 2016 Pemborosan Anggaran

DPRD Sebut Festival Krakatau 2016 Pemborosan Anggaran

1036
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Lensalampung.com – Pelaksanaan Festival Krakatau 2016 yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung pada tanggal 24-28 Agustus 2016 banyak dikeluhkan oleh sejumlah pihak, sepi pengunjung dan sangat mengecewakan. Pantauan dilapangan selama berjalan acara Festival Krakatau 2016 dari Jelajah Seni,Jelajah Layang-Layang, Jelajah Rasa, Jelajah tour Krakatau sampai Jelajah Budaya kurang terhibur oleh masyarakat sehingga banyak dikeluhkan.

“Contoh saja Jelajah Seni, Layang-layang dan Rasa yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sepi pengunjung, serta Jelajah Tour Krakatau masyarakat kecewa dengan fasilitas kapal yang mereka sediakan kekurangan. Apa yang dikatakan pihak panitia ketika rapat di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak sesuai harapan.

Panitia dan pihak penyelenggara mengatakan bahwa Tour Krakatau akan menggunakan kapal besar dan kapal cepat (Ferry) nyatanya sesuai dilapangan tidak ada namanya Kapal besar dan kapal ferry. Hanya ada kapal kayu.

“Sampai-sampai masyarakat yang mengikuti tour krakatau menumpang kapal patroli mabes Polri. Padahal anggaran yang disediakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata cukup mengiurkan sebesar 1,7 Milliar lebih besar dari anggaran sebelumnya. Ada apa ini kemana saja anggaran tersebut ? Jelasnya

Sementara Humas Event Organition (EO) dari PT. Kerabat Dyan Utama Dendi mengatakan kenapa pihak kami bisa kekurangan kapal pertama kami sediakan kapal dari polda c1,c2,c3 , Tidak ada  Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari kami, jadi kami tidak bisa memfasilitasi. “ Instansi terkait seharusnya bisa menyidiakan anggaran lainnya yang di minta, agar fasilitas kapal dapat disediakan sepenuhnya. Kata Dendi

“Untuk kesidiaan kapal  sudah kami sediakan dua kapal baru berukuran besar,  ternyata kapal yang kita sediakan tersebut tidak cukup mengangkut peserta tour krakatau dan terpaksa kami sediakan kapal kayu.  Kita sendiri kaget juga ada kendala di lapangan seperti ini. Ungkapnya

Disisi lain pihak dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengelak tidak adanya Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disediakan untuk EO, anggaran itu ada kita sediakan, mereka mengatakan ada anggaran tersebut di panitian penyelenggarah yang kita serahkan ke EO PT. Kerabat Dyan Utama,”Ujar nya

Selanjutnya Kegiatan yang sedianya untuk promosi pariwisata itu, justru jauh dari yang diharapkan hanya buang-buang anggaran saja, karena partisipasi masyarakat dalam mengikuti kegiatan itu sangat minim. Dan ironisnya sikap kecewa itu justru dilontarkan oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal saat di konfirmasi terkait kegiatan Festival Krakatau ini.

Menurut Dedi acara Festival krakatau pada tahun ini kurang baik, lebih baik acara festival karakatau pada tahun sebelumnya 2015.  Dia mengatakan  ini kurangnnya sosialisasi merupakan dampak dari kurangnya partisipasi masyarakat untuk hadir dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Dedi menyayangkan langkah serta cara promosi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, selain tidak adanya sikap promosi yang jelas, juga adanya selisih paham antara masyarakat pengelola daerah wisata dengan pihak panitia.

Dikatakan dia koordinasi dalam bidang  promosi pariwisata dengan masyarakat serta pengelola wisata itu sangat diperlukan, “Kalau ada festival yang dilakukan seperti ini, harus ada koordinasi yang jelas dengan seluruh komponen agar promosi pariwisata yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik,” katanya dengan nada kecewa.

Sementara itu terkait dengan persoalan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu Dra Sri Zuzana yang hendak dimintai keteranganya langsung di lokasi kegiatan tidak dapat ditemui. Tutupnya. (IST)

TIDAK ADA KOMENTAR