Dugaan Setoran Proyek 14 Miliar, Ridho : Jangan Sangkutkan ke Politik

Dugaan Setoran Proyek 14 Miliar, Ridho : Jangan Sangkutkan ke Politik

997
0
BERBAGI
Foto (Doc. INTERNET)

BANDARLAMPUNG, Lensalampung.com – Gubenur Lampung, M.Ridho Ficardo menegaskan masalah kasus dugaan penggelapan setoran proyek senilai Rp14 miliar yang dilakukan oleh mantan Kepala Biro Perekonomian, Farizal Badri Zaini, jangan kasus ini jangan disangkutkan masuk dalam ranah politik.

Pasalanya menurut Ridho kedepan ada lima daerah Provinsi Lampung akan menghadapi pilkada serentak tahun 2017. Yakni Kabupaten Pringsewu, Lampung Barat, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji.

Maka dari itu, ia berharap mendesak Polda Lampung segera mengusut kasus yang sudah menjadi pemberitaan nasional ini.  Sebab terang dia,  polda kalau menahan-menahan terkesan nanti ada campur  tangan  Pemerintah daerah (Pemda).

“Masuk isunya keranah politik. Banyak isu, gosip ini dan itu, macam-macam apalagi ada pilkada serentak tahun depan. Saya kuatir kesana, jadi buat Lampung pencitraan (imasenya) tidak baik, kalau ada masalah hukum ,ya jangan sampai menimbulkan isu gangguan yang laen, tidak ada kesana (politik),” kata Ridho menegaskan, Rabu (14/9) di lingkungan Pemrov Lampung.

Untuk diketahui dalam kasus tersebut enam video telah beredar di youtube. Dan Farizal mencatut nama gubernur agar menarik para calon rekanan.

Dia juga telah mengutus tenaga ahli bidang hukum untuk mendapatkan klarifikasi. Hasilnya, tutur dia, Farizal mengakui tidak ada keterlibatan dirinya. Namun, Ridho menegaskan, jika namanya selalu disebut-sebut, maka dirinya akan bersikap tegas.

“Tapi kalau nama saya selalu disebut-sebut terus, saya akan tuntut sekalian,” kata Ridho.

Sebelumnya orang nomor satu di Provinsi Lampung ini, menegaskan tidak pernah menerima satu rupiah pun dari uang yang sudah disetorkan para calon rekanan ke Djoko Prihartanto dan Farizal.

Kasus tersebut, kata Ridho, menjadi momentum untuk melakukan bersih-bersih di Pemerintah Provinsi Lampung. “Untuk mencegah terjadinya makelar proyek, saya akan segera menerapkan sistem e-budgeting dalam penganggaran,” jelasnya. (BA)

TIDAK ADA KOMENTAR