Kabiro Perekonomian Diduga Tilep Rp. 14 M Setoran Proyek, Pemprov Serahkan pada...

Kabiro Perekonomian Diduga Tilep Rp. 14 M Setoran Proyek, Pemprov Serahkan pada Polda Lampung

845
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Lensalampung.com – Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dilaporkan ke Mapolda setempat atas dugaan penggelapan uang setoran proyek. Dia dilaporkan oleh Djoko Prihartanto warga Wayhalim, Bandarlampung, ke Sentra Pelayanan Polda Lampung pada 2 Agustus 2016, dengan nomor :LP/B-1009/VIII/2016/Lpg/SPKT.

Menurut Djoko dalam laporan tersebut, menyebutkan bahwa Farizal telah melakukan penipuan dan penggelapan sejumlah uang setoran proyek milik sejumlah rekanan. “Berdasarkan info yang saya ketahui ternyata jumlah setoran proyek yang diduga digelapkan oleh Farizal mencapai Rp14 miliar lebih, “jelas Djoko, Kamis (11/8).

Peristiwa itu bermula pada medio Februari 2016. Ketika itu, Farizal membujuk Djoko untuk dicarikan investor dengan janji mendapatkan pekerjaan proyek di Pemprov Lampung tahun 2016.

Menanggapi hal tersebut  Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mendukung aparat kepolisian melakukan penyelidikan kasus dugaan penipuan yang melibatkan Farizal Badri Zaini, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung.

“Kami menghormati proses hukum yang dilakukan Polda Lampung. Pemprov juga akan menurunkan inspektorat untuk menyelidiki secara internal,” kata Ridho saat diwawancarai awak media.

Disisi lain Inspekturat Provinsi Lampung Sudarno Eddi membenarkan ada laporan tersebut dari pihak Polda, pihaknya sudah memantau perkembangan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh Farizal Badri Zaini, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung. “ kita tinggal menunggu Hasil Penyelidikan Polda. Katanya saat ditemui diruangan,

“Kami sudah pantau, namun sejauh ini memang belum ada laporan permintaan penyelidikan yang kami terima. Sekarang kasus ini kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum. Langkah inspektorat Lampung tergantung hasil penyelidiakan beliau,” kada Eddi

Sampai saat ini Inspektorat masih mengedapankan asas praduga tidak bersalah. Terlebih status penyelidikan Polda Lampung juga belum menetapkan Farizal sebagai tersangka.

“Ini kan masih belum jelas kebenarannya. Kami tunggu hasil dari Polda dulu. Jika terbukti dan sampai ke pengadilan, sanksinya kepegawainnya akan menyusul,” katanya.

Selanjutanya Eddi menghimbau agar jajaran instansi dan warga masyrakat untuk tidak mudah terbuai dengan janji-janji surga oknum yang menawarkan proyek dengan iming-iming setoran. Menurutnya PNS Lampung harus menjauhi praktek tersebut.

“Jangan menyalahgunakan jabatan untuk meraih keuntungan pribadi. Urusan ini kan jatuhnya penipuan secara perorangan. Jangan disangkutpautkan dengan instansi. Masyarakat juga waspada. Kan tidak masuk logika masak satu orang bisa mengatur tender proyek pemerintah daerah,” katanya.

Ia menambahkan Pemerintah Provinsi Lampung sudah memiliki Peraturan Gubernur nomor 26 Tahun 2016 yang salah satu pointnya melarang PNS menerima hadiah atau pemberian dengan nilai diatas dua juta rupiah.

Saat mencoba mengkonfirmasi ke Farizal Badri Zaini,  Kepala Biro Perekonomian itu sedang tidak berada di tempat. Menurut salah seorang stafnya yang bernama Agus, Farizal memang masuk sejak pagi hari tadi, namun setelah makan siang meninggalkan kantor.

“Tadi pagi bapak masuk, cuman setelah makan siang pergi. Katanya ada urusan di Dinas Sosial. Besok saja mas kemari lagi,” demikian katanya. (Ist)

TIDAK ADA KOMENTAR