Kegiatan Pungli Diduga Kembali Terjadi di Jembatan Timbang

Kegiatan Pungli Diduga Kembali Terjadi di Jembatan Timbang

1099
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Lensalampung.com – Kembali terjadi pungli di jembatan timbang blambangan umpu Kabupaten Waykanan, sehingga membuat Jembatan menghubungkan Kabupaten Way Kanan dengan ibukota provinsi Lampung itu jebol di daerah Way Umpu di Jalinsum KM. 195 Kampung Negeri Baru Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan.

“Info yang di dapat dari narasumber yang kebetulan tiga hari yang lalu pernah lewat jalan tersebut mengatakan banyak pungli disana kendaraan bertonase muatan lebih pengangkut batubara melintas di jembatan itu dibiarkan saja melintas dengan santainya setelah menyetor denda dengan petugas disana, sehingga mengakibatkan jebolnya jembatan penghubung Kabupaten Waykanan dengan Provinsi Lampung,”Katanya

Jadi apabila tidak segera ditangani oleh pihak terkait terutama dari pihak provinsi Lampung atau Menteri Pekerjaan Umum, maka tinggal menghitung hari saja tak ayal jembatan tersebut akan putus dan akan berdampak lebih serius.

Sementara Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo menyesali jebolnya Jembatan tersebut, saya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung dan kepolisian Lampung  polda untuk mengusut hal ini. Sebab jembatan penghubung Kabupaten Waykanan dan Provinsi Lampung urat nadi lintas perekonomian di pulau Sumatera. Jelasnya

Terkait jembatan timbang membiarkan kendaraan bertonase muatan lebih pengakut batubara dibiarkan saja melintas, Gubernur mengatakan harus ditindak tegas apa yang dilakukan petugas disana sudah melanggar undang-undang. Kata Ridho saat di konfirmasi usai menghadiri paripurna, Rabu (7/9).

Disisi lain Pengamat Transportasi dari Universitas Bandar Lampung (UBL), IB Ilham Malik menyebut rusaknya jembatan di Way Kanan kali ini adalah kerusakan lanjutan dari kasus sebelumnya.

Sejak lama jembatan ini mengalami kerusakan dan menuntut perbaikan dari Kementerian Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpu-pera) namun dengan berbagai alasan dan pertimbangan, jembatan ini tidak dapat cepat diperbaiki oleh pemerintah.

“Saya kira pertimbangannya sederhana saja keterbatasan anggaran pemerintah pusat untuk Lampung dan jalur ini tidak dianggap penting dibandingkan dengan jalan lintas timur. Sebab kita tahu, sejak jalan lintas timur beroperasi, jalan lintas tengah di daerah Way kanan dan Lampung Utara mengalami penurunan volume kendaraan.

Kerusakan jembatan ini disebabkan oleh hal yang sama yaitu beban berlebih dari beberapa kendaraan pengangkut barang di lintasan ini. Seperti yang kita tahu bahwa truk pengangkut batubara melintasi jalan lintas tengah sejak lama. Protes warga dan juga berbagai pihak, tidak mampu menghentikan pengangkutan batubara dengan truk ini,” ungkap dia

Padahal, UU 38/2004 tentang Jalan sudah mengingatkan bahwa pengangkutan hasil tambang harus menggunakan jalan khusus. “Tidak boleh menggunakan jalan raya. Setidaknya menggunakan kereta api seperti yang sudah dilakukan oleh PT Bukit Asam dan PT Kereta Api indonesia untuk mengangkut hasil tambang batubara di Sumatera Selatan (Sumsel) ke Lampung menggunakan kereta api,” kata dia.

Karena ini amanat UU maka sebenarnya pemberi ijin atau pihak yang membiarkan truk batubara beroperasi di lintas sumatera sudah melanggar hukum. “Seandainya pihak Polda Lampung memiliki perhatian terkait dengan hal ini, saya yakin berbagai pihak yang memberikan ijin dan mengamankan jalur ini akan dapat ditindak oleh mereka. Sayangnya selama beberapa tahun ini masalah ini dibiarkan begitu saja,” paparnya. (Bri)

TIDAK ADA KOMENTAR