Kompolnas Lakukan Pengawasan Pendidikan Pembentukan di SPN Polda Kaltim

Kompolnas Lakukan Pengawasan Pendidikan Pembentukan di SPN Polda Kaltim

108
0
BERBAGI

Lensalampung.com-Merujuk pada amanat UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri dan Perpres No. 17 Tahun 2011 tentang Kompolnas, dijelaskan bahwa fungsi Kompolnas adalah sebagai Pengawas Fungsional Polri.

Mekanismepengawasan ini diatur dalam Perpres, yaitu dilakukan melalui mekanisme pemantauan dan penilaian kinerja dan integritas anggota dan pejabat Polri. Jadi dalam menjalankan fungsinya, Kompolnas harus melakukan pengawasan terhadap Polri, baik yang berkaitan dengan kinerja ataupun integritas seluruh anggota Polri.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang hal ini, kami menemui Komisioner Kompolnas Dede Farhan Aulawi yang baru minggu lalu melakukan pengawasan pendidikan pembentukan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim. Dede mengatakan bahwa maksud dan tujuan kunjungan kerjanya ke Polda Kaltim adalah untuk melakukan pengawasan pendidikan pembentukan Polri di SPN Polda Kaltim yang dikaitkan dengan 8 standar pendidikan, seperti sertifikasi tenaga pendidik, sarana prasarana, kurikulum, standar mutu lulusan, dan lain – lain.

Jika dinilai masih ada kekurangan – kekuarangan, tentu harus diperbaiki secara bersama – sama agar mutu lulusannya sesuai dengan standar mutu lulusan yang ditetapkan. Bukan soal pengetahuan (knowledge) saja, tetapi juga keterampilan (skill) dan perilaku (attitude). Dengan kata lain menyentuh aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Setelah diterima oleh Kapolda Kaltim dan Karo SDM, Tim Kompolnas langsung meluncur ke SPN dan langsung diterima oleh Kepala SPN dan jajaran pejabat utamanya. Pada kesempatan ini, Kepala SPN menjelaskan secara rinci terkait 8 standar pendidikan di SPN. Di samping itu juga disampaikan rencana pindah lokasi ke daerah Kutai Kartanegara. Setelah itu, Ketua Tim Kompolnas Dede Farhan Aulawi memberi arahan – arahan terkait tantangan Polri ke depan yang dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan strategis, termasuk perubahan nalar generasi milenial yang semakin cerdas, kritis dan berbasis teknologi mutakhir.

Olehkarena itu banyak hal yang perlu disikapi secara cermat, seperti pembaruan kurikulum melalui proses evaluasi yang komprehensif. Termasuk pengakuan jabatan dan tunjangan fungsional Tenaga Pendidik (gadik) yang harus ditingkatkan, agar menambah semangat dan merasa lebih dihargai. Hal ini sangat penting, karena sekaligus bisa berimplikasi terhadap gairah dan motivasi dalam mengajar sehingga hasil transfer knowledge-nya akan semakin optimal. Ujar Dede.

Selepas dari SPN Polda Kaltim, Tim Kompolnas melanjutkan kegiatan di beberapa Polres yang berada di wilayah Kaltim, seperti Polres Balikpapan, Polres Samarinda, Polres Kukar dan Polres Bontang. Kegiatan di polres – polres tersebut pada dasarnya untuk mendapatkan feedback terkait mutu lulusan SPN yang sudah ditempatkan dan bekerja di polres. Umpan balik (feedback) ini dianggap penting untuk mengetahui apa – apa yang dianggap masih kurang, dan untuk mengetahui apa – apa yang harus ditingkatkan.

Padakesempatan tersebut tentu saja terbangun dialog dan diskusi yang interaktif. Juga ada beberapa masukan dan saran – saran perbaikan agar ke depan mutu lulusan SPN ini bisa lebih bagus dan lebih bagus lagi. Parameter yang sering menjadi sorotan Kompolnas adalah hal – hal yang terkait dengan disiplin, rasa tanggung jawab, pengendalian emosi, respek terhadap senior atau atasan, dan lain – lain. Ungkap Dede.

Lalu di akhir setiap kesempatan, sang motivator Kompolnas ini juga tak lupa memberikan petuah dan motivasi – motivasi agar seluruh anggota Polri bisa bekerja lebih semangat lagi, lebih ikhlas lagi, dan harus tahan uji terhadap segala godaan yang bisa merusak marwah dan kehormatan institusi. Dede juga menghimbau agar semua anggota pandai mengelola siklus psikologi sehingga bisa bersikap lebih matang dalam melihat berbagai persoalan kemasyarakatan.

InsanPolri harus mampu menjadi tauladan dan pelopor tertib sosial di ruang publik, agar masyarakat bisa mencontoh kinerja dan integritas dalam kehidupan empirik. Tentu bukan hal yang mudah, tetapi selama niat yang kuat masih ada, maka semua akan tercapai meskipun harus bertahap. Selanjutnya Dede juga meyakinkan bahwa kita semua bisa dan harus terus berubah menuju ke arah yang lebih baik, dan lebih baik lagi. Pungkas Dede dengan penuh semangat. (Rls).

TIDAK ADA KOMENTAR