Mahalnya Biaya Kuliah, BEM Unila Gelar Aksi Solidaritas : Kumpulkan Koin Untuk...

Mahalnya Biaya Kuliah, BEM Unila Gelar Aksi Solidaritas : Kumpulkan Koin Untuk MaBa

849
0
BERBAGI

Bandar Lampung, Lensalampung.com – Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) dari Fakultas Pertanian, Teknik, Fkip, Mipa, mengadakan aksi damai yang bertajuk “Seruan Aksi Solidaritas Uang Kuliah Tinggi Mencekik Hati”.

Mereka melakukan  galang Koin Untuk Mahasiswa baru (Maba) di lampu Merah Unila pukul 16.00 WIB tadi sore, Senin (1/8), sekitar 50 mahasiswa Unila melakukan orasi (Jangan mau kuliah di Unila biayanya luar biasa) tulisan spanduk dan Mahasiswa Unila meminta sumbangan kepada pengendara yang lewat, dengan koin tersebut bisa membantu Maba yang tak sanggup membayar biaya kuliah. ” aksi pun berjalan dengan lancar “.

Presiden BEM Universitas Lampung Ahmad Nur Hidayat mengatakan hingga selesai aksi penggalangan koin tadi, sebanyak Rp. 300.200 dalam bentuk koin yang terkumpul. Aksi ini sendiri karena keprihatinan akan UKT yang dirasa memberatkan calon mahasiswa untuk berkuliah di Kampus Hijau, kebijakan yang mulai berlaku pada tahun 2013 ini dirasa tidak pro rakyat, dan banyak calon mahasiswa yang akhirnya mengundurkan diri karena tidak mampu membayar nominal UKT itu.

“Alhamdulillah, hingga saat ini sudah terkumpul Rp. 300.200 koin, aksi ini kita gelar secara damai dan juga bentuk pencerdasan kepada seagala elemen bahwasanya kebijakan UKT ini tidak pro rakyat,” ujarnya saat diwawancarai pada aksi yang digelar di Lampu Merah Unila, senin (1/8/2016).

Ahmad yang juga mahasiswa faklutas Hukum Unila itu mengajak kepada seluruh calon mahasiswa yang dirasa nominal UKT nya tidak sesuai dengan kemampuan financial agar datang ke POSKO pengaduan BEM Unila, yang nantinya data meraka akan dipelajar dan para pihak pengadu akan di advokasi ke birorkat Unila agar UKT mereka diringankan.

“saya mengajak teman-teman datang ke POSKO pengaduan BEM Unila di gedung PKM bagi mereka yang dirasa ukt nya berat, selain itu posko penggalangan koin juga kita buka terus, kemarin sempat ada 5 pengadu dari total 20 yang sepertinya benar-benar tidak mampu membayar UKT, seperti Achmad Barkah akhirnya banyak dibantu masyarakat,” tambahnya.

Sementara Rektor Universitas Lampung Hasriadi Mat Akin mempersilahkan bagi calon mahasiswa ataupun perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Universitas Lampung menyampaikan aduan terkait keberatan Uang Kuliah Tunggal yang diterima oleh calon mahasiswa Universitas Lampung tahun ajaran 2016-2017.

“Saya siap terima kapan saja kalau memang ada yang dirasa nominal UKT yang didapat mahasiwsa tidak sesuai dengan kemampuan mereka walau memang banding UKT sudah tutup diumumkan hari ini asal bisa membuktikan dengan data dan fakta bahwa mahasiswa tersebut memang tidak sanggup untuk membayar UKT yang sudah dibebankan ke mereka,” ujarnya

Bahkan Hasradi yang juga mantan pembantu Rektor I Unila itu ketika dimintai tanggpapan, mendukung adanya kegiatan aksi galang koin yang digelar oleh BEM Universitas Lampung, bahwasanya mahasiswa masih peduli dengan dunia pendidikan, dan kita siap mengkroscek kembali nominal UKT yang memang tidak sesuai dengan kemampuan financial orang tua mereka.

“Silahkan saja gelar aksi, itu bagus kan mahasiswa kami siap menampung aspirasi mereka dan akan kita kroscek, yang penting semua bisa kuliah,” tambahnya. (Ist)

TIDAK ADA KOMENTAR