Mantap, Pemprov Lampung Akan Kembali Dapat Bantuan 30 Unit Bus

Mantap, Pemprov Lampung Akan Kembali Dapat Bantuan 30 Unit Bus

1371
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Lensalampung.com – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Idrus Effendi mengatakan bahwa tahun ini aka ada penambahan 30 unit bus bantuan dari Kementerian Perhubungan sehingga jumlah bus bertambah menjadi 50 unit.

“ Alhamdulilah bantuan Bus tersebut sudah dibicarakan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo waktu lalu, menurut Budi bantuan bus itu akan kita tindaklanjuti secepatnya akan kita proses. Kata Idrus

Sementara Kepala PT. Lampung Jasa Utama (LJU) Andi Djauhari mendukung dengan adanya penambahan bus bantuan tersebut, sehingga akan menambah kendaraan angkutan aglomerasi perkotaan dengan rute Bandar Lampung-Bandara Raden Inten II.

Selain angkutan bandara dari kota Bandar Lampung Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga menyediakan angkutan dari Kabupaten Pringsewu ke Bandara, dan angkutan mahasiswa dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) ke Universitas Lampung (Unila).

Andi menjelaskan dengan adanya transportasi batuan bus tersebut bisa melayani publik yang nyaman sebagai salah satu solusi kemacetan yang sering terjadi dikota Bandar Lampung. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo yang ingin sistem transportasi yang baik berbasis angkutan masyakarat.

“Untuk uji coba angkutan aglomerasi perkotaan ini, pemprov Lampung menyediakan 3 koridor atau rute. Untuk Shelter atau Halte akan kita siapkan delapan untuk tiga koridor ini. Pembangunannya sejalan dengan ujicoba ini,” katanya dalam konferensi pers yang digelar di gedung Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Selasa (9/8).

Selanjutnya ada Delapan shelter tersebut akan diletakan dilokasi tertentu seperti Unila, Bandara, Itera, Pendopo Pringsewu dan Graha Wangsa Bandar Lampung. Adapun tarif angkutan kota Bandar Lampung ke Bandara seharga Rp.20ribu per penumpang sudah dianggap layak dan wajar.

“Saya tegaskan ini dikhususkan untuk angkuran bandara, memang non ekonomis karena rata rata pengguna pesawat kan kelas menengah keatas. Nah berbeda dengan angkutan kampus yang bersubsidi sehingga tiketnya pun hanya seharaga Rp.4ribu untuk sekali jalan,” imbuhnya.

Angkutan Bandara ini juga akan disesuaikan dengan jadwal penerbangan maskapai udara. “yang paling pagi itu berangkat pukul 04:30 WIB dari Graha Wangsa, jadi sudah tiba dibandara pkl 06:30 WIB. Penumpang langsung bisa naik pesawat pertama yang boarding pkl 06:30 WIB,” kata mantan sekda Pringsewu ini.

Sementara itu pengamat transportasi Universitas Lampung, Rahayu Sulistyorini mendukung angkutan umum ini supaya ramai digunakan masyarakat. “Jadi kedepan opsi mengendarai angkutan publik ini lebih prestise daripada menggunakan mobil pribadi. Selain juga terhindar dari kemacetan,” kata Rahayu.

Menurut Rahayu, solusi kemacetan di kota Bandar Lampung bukan pembangunan fly over atau pelebaran jalan seperti yang dilakukan pemerintah kota Bandar Lampung. “jadi bukan buat fly over atau pelebaran jalan. Tapi bagaimana angkutan umum diberdayakan supaya masalah  macet teratasi. Transportasi publik ini pelayanan dan fasilitasnya harus terus ditingkatkan,” pungkasnya. (Ist)

TIDAK ADA KOMENTAR