Pemda Tubaba Rawat Feri Penderita Gondok Beracun

Pemda Tubaba Rawat Feri Penderita Gondok Beracun

840
0
BERBAGI

Foto, Feri saat RSUD Tubaba.

TUBABA -Setelah Mendengar Imformasi Feri (43) Warga Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah,Kabupaten Tubaba Yang diduga Mengidap Penyakit Gondok Beracun.

Dinas kesehatan kabupaten Tubaba langsung menurunkan tim medis yang di pimpin oleh dr.Indah kepala puskesmas Panaragan Jaya Kecamatan Tulang Bawang Tengah kabupaten Tubaba,bersama dr. Anggraini dengan timnya yang lain untuk mengecek kondisi Feri yang menderita penyakit gondok beracun setelah 15 tahun yang lalu.(4/2/2019).

Tepat hari ini dari Dinas kesehatan Tubaba menepati janjinya untuk menjemput Feri untuk di bawa ke RSUD Tubaba untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut, sementara ini Feri sedang di lakukan perawatan di RSUD sembari menunggu jadwal masuk dokter spesialis dalam pada hari Rabu mendatang.

Hal tersebut dijelaskan dr. Wenny,salah satu dokter di RSUD Tubaba, dalam penanganan pertamanya dirinya telah berkonsultasi pada dokter spesialis dalam dan dokter spesialis tersebut menyarankan Feri untuk dirawat terlebih dahulu sampai dirinya ada jadwal di RSUD Tubaba hari Rabu mendatang.

“Ya,saat ini bapak Feri telah kita lakukan perawatan sampai di hari Rabu,karena dokter spesialis dalam kita jadwal masuknya hari Rabu besok.Dan saya telah konsultasi sama dokter spesialis nya dan beliau menyarankan untuk dirawat terlebih dahulu, untuk kondisi bapak Feri sendiri masih normal hanya saja dia merasa sakit dimata dan di lambungnya karena maag”.Jelas dr. Wenny di RSUD Tubaba.

Di tempat yang sama awak media menjumpai
Dr. Purnomo,juga menjelaskan, Berdasarkan jemputan terhadap fasien yang bernama Feri,yang terkena gondok beracun,itu melalui laporan dari Puskesmas dan melalui pemerintah kami mengambil pasien dari rumah untuk di tangani.

“melalui laporan dari Puskesmas terkait fasien tersebut dan kami tindak lanjuti dan dari pihak rumah sakit umum daerah (RSUD) berinisiatip untuk menjemput pasien dan diberikan perawatan dan penanganan pasien dan untuk penanganan pasien ini akan di tangani oleh dokter penyakit dalam kita.”kata Purnomo.

“Kemudian kita akan melakukan rujukan nanti kita butuh BPJS apa lagi dalam pembuatan BPJS memakan waktu sangat cukup lama,dan selama ini pasien ini belum bisa di kirim dan selama ini akan kita tangani tujuan kita untuk memberikan pelayanan kesehatan pasien dan untuk biayanya sendiri gratis dari pemerintah daerah.”Imbuhnya
(DD)

TIDAK ADA KOMENTAR