Perawat RSUD Menggala Diduga Salah Berikan Obat, Batita 1 Tahun 10 Bulan...

Perawat RSUD Menggala Diduga Salah Berikan Obat, Batita 1 Tahun 10 Bulan Tewas Kejang-kejang!

3684
0
BERBAGI

MENGGALA, Lensalampung.com – Kredibilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Menggala Tulangbawang kembali menyita perhatian masyakat. Ad (1 Tahun 10 bulan) warga gunung sakti, kelurahan menggala selatan, kecamatan menggala, diduga meninggal akibat salah obat yang diberikan oleh salah seorang perawat di rumah sakit tipe B plat merah milik pemerintah itu.

Menurut penuturan orang tua korban, Samsi (39), kemarin (25/7) sekitar pukul 14.15 WIB dirinya mengantarkan anaknya Ad (22 bulan) ke RSUD Menggala akibat batuk dan pilek yang diderita anaknya tidak kunjung sembuh.

“Sesampainya disana (RSUD) langsung perawatan mas, di ruang spesialis anak. Menurut dokternya ada penggumpalan dahak di dada,” ucapnya saat ditemui di rumah duka, yang berada tepat didepan rumah dinas Bupati Tulangbawang, Selasa (26/7).

Lebih dalam, Samsi menjelaskan bahwa sebelum diperiksa ia ditanya oleh seorang dokter spesialis anak terkait keluhan yang diderita anaknya tersebut “Ditanya keluhan, saya bilang batuk pilek mas. Terus dokter J bilang ada penggumpalan dahak di dada,” tambahnya.

Dia menambahkan bahwa pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB ada seorang perawat yang memberikan obat kepada anaknya “Setelah dikasih obat itu anak saya langsung kejang-kejang mas, lama mas sekitar 3 jam. Obatnya dimasukinnya lewat mulut anak saya mas,” terang suami subaidah (33) tersebut.

Bapak dua anak tersebut menerangkan bahwa setelah kejang-kejang anaknya tidak kunjung sadar “Nggak sadar mas, kejang-kejangnya udah gak. Cuma matanya melotot terus mas,” paparnya. Setelah itu pagi-pagi anaknya dirujuk ke RSUD Abdul Muloek Bandarlampung “Anak saya dirujuk ke Bandarlampung mas karena alasannya peralatannya tidak lengkap,” tukasnya.

Sesampainya di gerbang RSUD Abdul Muloek ia mengatakan bahwa anaknya sudah meninggal. Dan memang setelah diperiksa di dalam Ad telah meninggal dunia. Samsi beserta keluarganya menegaskan bahwa pihaknya secara tegas meminta pertanggungjawaban dari RSUD Menggala akibat meninggalnya anaknya tersebut yang diduga salah obat “Intinya saya minta pertanggungjawaban rumah sakit mas,” tutupnya.

Sementara itu, Humas RSUD Menggala, Nyoman, saat dikonfirmasi wartawan terkait masalah tersebut mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahuinya “Saya baru tau malahan pak, saya minta waktu untuk mengkonfirmasi pihak keluarga. Besok pagi saya temui dokternya kemudian yang merawatnya, mau saya tanyai kronologinya gimana,” jelasnya. (Drs)

TIDAK ADA KOMENTAR