Persatuan Wartawan Indonesia Beri Pelatihan Jurnalistik Perangkat Desa

Persatuan Wartawan Indonesia Beri Pelatihan Jurnalistik Perangkat Desa

1551
0
BERBAGI
Supriyadi Alfian ketua PWI Provinsi Lampung saat memberi sambutan, dan menyatakan kekecewaan atas ketidak hadiran Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara. ( Foto : Beben Lensalampung.com)

Lampung Utara, Lensalampung.com – Guna meningkatkan kemampuan masyarakat desa, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Utara lakukan Pelatihan Dasar Jurnalis kepada perwakilan aparatur Desa, selasa (13/12/2016) pagi, di kampus STKIP M‎uhammadiyah wilayah setempat.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWI Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian menyayangkan ketidakhadiran Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, yang seyogyanya turut menghangatkan pelatihan jurnalistik dasar bagi seluruh perwakilan perangkat desa yang ada di kabupaten setempat.

Kekecewaan itu diungkapkan Supriyadi saat memberikan sambutan pada pembukaan acara pelatihan jurnalistikini ialah acara yang penting dan patut diapresiasi yang seharusnya disupport oleh pemerintah dalam hal ini Bupati.

“Jujur saja kami jajaran pengurus PWI Provinsi Lampung merasa sangat Kecewa, pada hari ini bapak Bupati  (Agung Ilmu Mangkunegara) tidak hadir di forum yang penting ini. Karena dari seluruh kepala daerah dalam kegiatan PWI selalu hadir dan mensuprort tapi hanya di Lampura ini beliau tidak hadir.” ujar bang Yadi.

Masih kata Supriyadi, media ini lah yang nantinya akan menceritakan apa yang diperbuat Bupati, karena setelah pelatihan ini akan dibuat Website guna mengetahui pembangunan yang ada di Lampura.

Sebagai gambaran umum peserta pelatihan kedepanya, akan mendapat pengetahuan apa itu jurnalistik dan tugas-tugas wartawan. Sehingga masyarakat tidak perlu takut dengan yang namanya wartawan. Dan tidak bisa dipungkiri, menurut Supriyadi masih terdapat oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan  guna melakukan pemerasan terhadap Kepala Desa dan Kepala Sekolah bahkan banyak mereka (oknum wartawan) yang telah ditangkap oleh aparat Kepolisian.

Dalam hal ini PWI tegas mendukung langkah Kepolisian menegakkan hukum atas perilaku oknum wartawan yang melanggar hukum.

” Perusahaan media harus berbadan hukum PT dan wartawan harus profesional dengan sertifikat kompetensi wartawan dengan memegang teguh kode etik jurnalistik menuju wartawan yang bermartabat,” Pungkasnya.

Sementara itu, Asisten II, Zulkifli Mihsan yang mewakili Bupati Lampura menyampaikan permohonan maaf Bupati karena tidak dapat hadir dalam acara ini. Dalam era keterbukaan informasi publik saat ini, tentunya pelatihan dasar jurnalistik adalah sarana peningkatan sumberdaya aparatur masyarakat desa  di bidang pengelolan informasi di desanya masing-masing.

“Selaku aparatur dan perangkat desa sudah seharusnya memiliki kemampuan dalam mengelola informasi publik untuk menyokong jalannya sistem pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, baik dan bersih,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia pelatihan jurnalistik, Iwansyah Mega mengatakan,  pelatihan ini merupakan kerjasama PWI Lampura dan seluruh Kepala Desa yang ada di kabupaten Lampura untuk meningkatkan sumberdaya masyarakat desa dalam pengelolaan informasi yang ada di desanya. Dalam pelatihan ini juga akan dibuatkan Web/Blog untuk seluruh desa yang ada.

“Acara ini akan berlangsung selama empat hari (13-16/12) yang diikuti oleh seluruh desa (232 desa) yang diwakili dua orang untuk masing-masing desa,” terang Iwan.

Hadir dalam acara itu, Ketua PWI Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian beserta jajarannya, Ketua PWI Lampura, Jimmy Irawan dan jajarannya, Asisten II, Zulkifli Mihsan, serta unsur perwakilan Forkopimda dan Ketua APDESI Lampura, SULKI. Dan para pemateri dari jajaran pengurus PWI Lampung. (Beben)

 

TIDAK ADA KOMENTAR