Rampok Gasak Rp 200 Juta Lebih Dari Pengusaha Karet di Tubaba

Rampok Gasak Rp 200 Juta Lebih Dari Pengusaha Karet di Tubaba

2242
0
BERBAGI

Korban perampokan saat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Karta Raharja, Minggu (27/5/2017).

TUBABA, Lensalampung.com – Warga Tiyuh Way Sido Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) pada Minggu (28/5) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB dihebohkan dengan aksi perampokan. Korban perampokan ini adalah Sarbun (37) Warga Rk 01 Tiyuh Way sido, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tubaba.

Berdasarkan kronologis kejadian perampokan tersebut diketahui pelaku yang sebanyak 5 orang memasuki rumah korban (Sarbun) dengan cara mendongkel jendela ruang tamu yang hanya di pakai tralis balok kayu, lalu 3 pelaku berhasil masuk dan menuju kamar korban.

Pelaku diduga menggunakan Senjata Api rakitan (senpira), dan ada yang menggunakan senjata tajam yang di gunakan untuk mengancam korban. Ancaman yang dilontarkan yaitu apa bila tidak menuruti keinginan mereka. Para perampok tersebut memaksa korban untuk menunjukan tempat penyimpanan uang yang ada di kamar korban.

Sarbun, korban perampokan itu mengaku dalam kamar tersebut ia menyimpan uang sejumlah Rp200 juta, ditambah lagi uang yang disimpan istrinya juga diambil oleh kawanan perampok tersebut.” Setelah mendapatkan uang sebanyak Rp200 juta dari kamar saya hasil jual beli karet pelaku kembali mengambil uang warung milik istrinya sebanyak Rp11 juta yang total kerugian uang sebanyak Rp2.11. Juta,”jelas pengusaha karet ini.

Menurut keterang warga, pelaku terpaksa melepaskan tembakan kepada istri sarbun karena melakukan perlawanan yang menyebabkan istri Sarbun mengalami beberapa luka tembak. Dan saat ini korban penembakan telah di rawat di Puskesmas Karta Raharja, Tulangbawang Udik.”Kalau yang kami tahu Pak Sarbun luka di paha kiri, belum tahu kalau istrinya. Karena langsung dibawa ke Puskesmas, “kata warga.

Sarbun menjelaskan lagi,setelah melakukan aksinya pelaku sebanyak 5 orang yang wajahnya ditutupi menggunakan topeng dan cadar sehingga tidak bisa dikenali.” Setelah itu diketahui para peranpok itu bersenjata lengkap, setelah mendapatkan uang, kabur kembali lewat jendela yang telah di rusak mereka, “cetusnya. Kasus ini sedang ddalam penyidikanpolisi. (Dedi Irawan).

TIDAK ADA KOMENTAR