Seorang Warga Sindangsari Tewas Tertimpa Mangkok Besi Saat Bekerja Di PT.Sarhif Brothers

Seorang Warga Sindangsari Tewas Tertimpa Mangkok Besi Saat Bekerja Di PT.Sarhif Brothers

12188
0
BERBAGI

Lampung Utara, – Seorang karyawan buruh tetap di PT.Sarhif Brothers di Desa Bernah Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara, tewas usai tertimpa mangkok besi saat sedang bekerja, Selasa (21/1/2020).

Informasi yang didapat, PT yang bergerak di bidang Kopi dan lada saat itu, tengah melakukan aktifitas seperti biasa, dimana para butuh sedang melakukan curah kopi. Tiba tiba terjadi insiden mangkok bila mesin elevator pencurahan kopi terjatuh dan menimpa Warto Susilo (63) salah satu pekerja PT.Sarhif Brothers warga Margajaya I Kelurahan Sidangsari, Kecamatan Kotabumi.

Warto seketika langsung tewas setelah kepalanya tertimpa mangkok mesin elevator pencurahan kopi, berukuran besar sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat dikonfirmasi, Giman (63) mandor di PT tersebut mengatakan, pada saat itu dirinya bersama tiga rekan kerjanya yakni Jamian (50), boiman (45) dan korban, sedang menyurah (memasukkan) kopi. Tiba -tiba, mesin elevator macet karena diduga ada penyumbatan, sehingga dilakukan perbaikan.

“ Setelah diperbaiki, kemudian mesin hidup kembali. Saat itu, ada suara klontang – klontang, seperti benda jatuh,” jelas Giman saat diwawancarai di rumah duka.

Kemudian, lanjut Giman, dirinya bersama dengan pekerja lainnya langsung lari dari bawah mesin elevator untuk menghindar.

” Saya buru – buru kabur, sementara korban ada dibelakang saya sejauh lima meter,”katanya.

Kemudian, lanjut dia, pada saat itu, salah satu rekan kerjanya Boiman berteriak mengatakan bahwa Pak To sapaan akrab korban kepalanya tertimpah mangkuk besi curah kopi.

“ Mendengar hal itu, saya kembali dan korban sudah terkapar,” ujarnya.

”Saat dalam mobil, denyut nadinya masih ada, dan setelah menjalani perawatan beberapa saat di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Sementara istri korban, Kusmiatun, meminta pertanggungjawaban penuh pihak perusahaan, karena korban merupakan satu – satunya, tulang punggung keluarga.

”Saya tidak punya siapa – siapa lagi. Suami saya berangkat kerja dalam kondisi sehat, dan pulang sudah jadi mayat. Jadi saya minta tanggungjawab kepada Pak Sharief,” katanya sambil menahan isak tangis.

Terkait tanggungjawab, Kusmiatun mengatakan, berupa segi perekonomian keluarganya, dengan oebuh harap akan ada perhatian dari pihak perusahaan. Kendati demikian, Kusmiatun telah mengikhlaskan kepergian suaminya tersebut dan menganggap itu sudah menjadi takdir hidupnya.

”Saya ikhlas bapak pergi, dan menganggap ini musibah,”tambahnya.

Sementara Wakil Direktur PT Sarhif Brothers, Herry Syaripudin, saat dikonfirmasi dirumah duka menyatakan, bahwa pihaknya siap bertanggungjawab penuh atas insiden tersebut.

”Kita akan bertanggungjawab, dan akan memenuhi apa yang menjadi harapan keluarga korban. Kita juga sudah memberikan santunan dan biaya pemakaman,” ujarnya, serta katakan, “kita juga akan menyiapkan berbagai tuntutan pihak keluarga korban, seperti biaya tahlilan baik, niga, nujuh, empat puluh, seratus hari. Tergantung kemauan pihak keluarga,” imbuhnya.

Kecelakaan kerja di Gudang PT Sarhif Brothers, diakui Anggota DPRD Lampura ini baru pertama kali terjadi. ” ini baru pertema kalinya,“ katanya. (Bbn/Ccp).

TIDAK ADA KOMENTAR