Taman Kehati dan BUMD Mesuji

Taman Kehati dan BUMD Mesuji

1841
0
BERBAGI

Mesuji, Lensalampung.com – meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka perlu dicari terobosan-terobosan baru agar sumber pendapatan itu dapat terkelola secara efektip dan efisien serta tepat guna dan berdaya guna oleh karena itu Mesuji sudah sewajarnya membentuk suatu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hal ini mengingat, beberapa potensi PAD Mesuji yang telah siap untuk Go-Publik hal ini disampaikan oleh Arif Arianto selaku Kepala Bidang Perekonomian dan SDA pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)Mesuji mendampingi Kepala Bappeda Sukarman,SH. Selasa (21/2/17).

Ada empat Sumber PAD yang telah siap untuk dikelola secara profesional untuk itu perlu dibentuk suatu wadah yang berbadan hukum dan bertanggung-jawab langsung kepada Bupati Mesuji.

Menurut Arif ke empat Sumber PAD tersebut yakni pertama Adalah Taman Kehati atau WaterBom yang berlokasi di Desa Mekar Sari Kecamatan Tanjung Raya
kedua adalah Pasar yang berada di Simpang Pematang dan beberapa titik lainnya yang pembangunannya bersumber dari APBD atau APBN berikutnya adalah Bus
angkutan yang bersumber dari dana DAK Pusat di tahun ini dan yang terahir adalah rice milling plant yang berada di Desa Wonosari Kecamatan Mesuji Timur.

“Keempat sumber PAD ini harus dikelola secaraprofesional agar menjadi sumber pendapatan yang dapat di andalkan oleh Mesuji untuk itu para pengelolanya nanti akan dilakukan perekrutan tersendiri,ya bisa saja ASN yang di karyakan atau orang-orang yang diberi kepercayaan oleh Bupati”kata Sukarman

Saat ditanya siapa-siapa yang akan menjadi Pengurus di BUMD tersebut. Dia menjelaskan, hingga saat ini Bapeda Mesuji masih menggodok aturan dan melengkapi persyarat yang diperlukan dalam pembentukan BUMD tersebut.

“Insya allah dalam waktu yang tidak berapa lama lagi akan segera terselesaikan,sehingga Bappeda khususnya bidang ekonomi dan SDA dapat melirik dan mengkaji sumber-sumber ekonomi lainnya yang berpotensi kearah peningkatan PAD Mesuji seperti pemanfaatan limbah sawit untuk energi listrik”pungkas Arif Aria (Randi)

 

TIDAK ADA KOMENTAR