TKW Asal Lampung Terancam Hukuman Mati, Disnakertrans Belum Tahu

TKW Asal Lampung Terancam Hukuman Mati, Disnakertrans Belum Tahu

929
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Lensalampung.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Lampung mengaku belum mendengar adanya Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lampung, Daryanti yang dihukum mati atas tuduhan pembunuhan majikan Seo Kim Chok (59) asal Singapura.

Kadisnakertrans Sumiarti Somad mengatakan jika selama ini pihaknya belum mengetahui adanya TKW  asal Lampung, warga Dusun Pagarbanyu, Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran atas ancaman pembunuhan tersebut.

Untuk itu, tambah mantan Kepala Biro Sosial ini mengaku jika hal tersebut tidak lagi merupahkan tufoksi dari Disnakertrans. “Ya sudah langsung bidang sendiri yakni Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI)).

Lantas kewenangan Disnakertrans seperti apa ? Sumiarti mengaku pihak provinsi hanya lebih fokus pemberangkatanya saja. “Kalau sudah begitu tidak lagi dikami,” tambah kadis wanita ini saat dikonfirmasi kemarin, selasa (19/7).

Sebelumnya menurut informasi, Daryati telah membunuh Seow Kim Choo (59) sekira pukul 20.30 di rumah semi terpisah bertingkat tiga milik sang majikan di Jalan 50C, Lorong H Telok Kurau. Ia diduga menghabisi nyawa Seow dengan pisau.

Seow ditemukan suaminya, Ong Thiam Soon (57), tewas bersimbah darah di kamar mandi lantai II rumah mereka. Ong sendiri mengaku diserang oleh Daryati dengan pisau. Mereka bergumul dan  mendapat Ong luka sayatan di leher.

Daryati juga mengalami luka di lengan dan kepala. Setelah Daryati tak berdaya, Ong melanjutkan pencarian istrinya dan menemukan Seow sudah meninggal di kamar mandi. Ia kemudian meminta anaknya untuk mencari pertolongan dan menghubungi polisi.

Orang tua Daryanti, Dadang (52), warga Dusun Pagarbanyu, Desa Padang Ratu, Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran. Tak terbayangkan betapa cemas keluarga setelah mendengar nasib putrinya, Daryati, ditangkap polisi Singapura akibat kasus pembunuhan terhadap majikannya, Seo Kim Chok (59).

Penuturan keluarga, Daryati baru bekerja di negara tetangga tersebut sejak dua bulan lalu. Orangtua merestuinya bekerja sebagai TKW dengan harapan bisa membantu biaya berobat

Ayah kandungnya, Dadang, yang menderita stroke. “Saya tidak percaya dia membunuh. Dia anak yang pendiam, bahkan tidak pernah saya mendengar dia ribut sama temannya, mulai dari SD hingga lulus SMA tahun 2014 lalu. Apalagi sampai terlibat kasus hukum,” kata Munarti, ibu Daryati sambil menangis. “Kami bingung, mau bagaimana dan harus minta bantuan siapa. Yang jelas, saya tidak percaya kalau anak saya pelakunya,” katanya lagi.

Dijelaskannya, Daryati berangkat melalui agen yang bermarkas di Kalideres, Jakarta Barat, sekitar bulan April 2016. “Ria (sapaan akrab Daryati) memang bekerja di Singapura menjadi TKW dan berangkat melalui PT Sukma Karya Sejati,” jelasnya.

Kata Munarti, sejak mendapatkan kabar soal kasus Daryati, ia belum pernah menerima surat resmi baik dari Pemerintah Indonesia melalui KBRI di Singapura maupun dari Pemerintah Singapura. (Bad)

TIDAK ADA KOMENTAR