Wartawan Jadi Korban Pengeroyokan Orang Tak di Kenal, Polisi di Minta Usut...

Wartawan Jadi Korban Pengeroyokan Orang Tak di Kenal, Polisi di Minta Usut Tuntas

431
0
BERBAGI

Tulang Bawang, Lensalampung.com- Pengroyokkan terjadi di sebuah karaoke Valencia, Kabupaten Tulang Bawang, sekitar pukul 19.00 WIB. Kamis, 12 September 2019. Atas kejadian itu, Aan Setiawan melapor ke Polsek Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

Berdasarkan hasil Berita Acara Pelaporan terkutip kejadian, saat itu korban bersama Buhari yang juga seorang jurnalis, di media online kabarakyat.id dan 4 rekan lainnya,karaoke Valencia Unit 2, sekitar pukul 17.00 WIB.

kemudian pukul 19.00 WIB, korban keluar dari ruang (Room) karaoke, saat itulah, tiga orang pelaku langsung menghajar korban dengan sebuah botol mengenai pelipis mata kanan korban. Secara bertubi para pelaku menghajar korban nya, hingga mengalami luka di bibir dan pelipis mata, Rekan korban atas nama Buhari berupaya melerai, namun para pelaku memukul wajah nya hingga pipinya mengalami luka memar akibat di keroyok pelaku.

Dari kejadian itu, Aan Setiawan dan Buhari bersama rekan-rekannya media langsung di bawa ke RS Mutiara Bunda Unit 2, Tulang Bawang, untuk dilakukan penanganan medis dan visum.

Setelahnya melaporkan kejadian ke Polsek Banjar Agung, dengan bukti laporan No:TBL/279/IX/2019/Polda Lampung/Res Banjar Agung, tanggal 12 September 2019.

Di waktu terpisah, Ketua AJOI DPC Kabupaten Mesuji, Herman Baginda berkesempatan datang mendampingi korban pengeroyokan aan Setiawan dan buhari, laporan di Polsek Banjar Agung, mengatakan, mendesak penegak hukum wilayah Kabupateb Tulang Bawang, khususnya tim Polsek Banjar Agung, untuk dapat segera menangkap para pelaku pengeroyokan.

“Aan Setiawan merupakan jurnalis media online, juga Wakil Ketua AJOI DPC kabupaten Mesuji. Maka dari itu, diharapkan pihak kepolisian polsek banjar Agung, segera menangkap para pelaku pengroyokkan terhadap Aan,”tegasnya.

Herman Baginda menambahkan, tindak kekerasan terhadap jurnalis, harus cepat di tanggkap, dan di beri beri hukuman yang setimpal. dari pihak manapun merupakan bentuk ancaman baru kekerasan nyata bagi jurnalis, utamanya kekerasan fisik langsung.

Hal ini juga sebagai refrensi bersama, bahwa dari kejadian yang menimpa sahabat kita Aan Setiawan dan Buhari, menambah catatan kekerasan terhadap jurnalis seluruh Indonesia. Cetusnya.(sandi)

TIDAK ADA KOMENTAR