Wow , Pengadaan Cindera Mata Pemrov Telan Dana Rp. 450 Juta?

Wow , Pengadaan Cindera Mata Pemrov Telan Dana Rp. 450 Juta?

789
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Lensalampung.com –  Cindera mata atau kenang-kenangan yang selalu diberikan pada setiap acara Pemerintahan Provinsi Lampung (Pemrov), kepada tamu dari luar daerah sebagai tanda ucapan terima kasih dialokasikan Pemrov melalui Biro Umum Setda Provinsi anggaran sebesar Rp. 450 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun Lensalampung.com total anggaran ini meliputi tiga item yang masing-masing besarannya Rp150 juta. Yakni pengadaan Siger Lampung, pengadaan Gajah Lampung dan pengadaan Patung Pepadun.

Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi melihat, jika alokasi anggaran souvenir tidak masuk akal. Karena pihaknya mempertanyakan souvernir tersebut seperti apa bisa membuat sangat fantastis.

“Masa alokasi anggaran untuk paket souvenir saja bisa habiskan sebesar Rp 450 juta. Wow, ini salah satu dari pemborosan anggaran dan apa terbuat dari emas,” kata Uchok aneh, Kamis (21/7).

Menurut pengamat itu, anggaran ini mengerucut, bisa saja hal ini dapat menjadi cela untuk melakukan potensi kerugian uang negara. Karena alokasi tersebut dibiayai oleh APBD Provinsi.”Kami sendiri cukup prihatin tentunya, tanda mata seperti apa yang fantasitis,” sindir Uchok.

Sementara itu, Akademisi Universitas Lampung, Yusdianto melihat, jika gelontaran anggaran yang mencapai Rp450 juta, sangat berlebihan dan berpoteni pemborosan anggaran.  “Biaya besar belum tentu bermanfaat souvenir tersebut,” kata dia.

Dosen Hukum ini, meminta dana yang besar harus dilakukan audit mulai dari keuangan maupun secara kinerja. Untuk itu, Yusdianto berharap agar semua elemen dapat mengkrtisi. “Disini peran pemerintah harus dapat menjelaskan mengapa dana yang besar dan dampak nya apa ?,” tanya dia.

Dilain sisi, Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Lampung Joko Santoso tidak mempersalahkan anggaran tersebut, yang penting souveni ini ada dan nyata. “Itu kalau tidak salah barang untuk tamu undangan yang diberikan pimpinan,” ucap dia. Sehingga tamu undangan, yang diberikan souvenir ini mendapatkan cinderamata yang merupahkan icon dari Lampung.

Dikonfirmasi, diruang kerjanya Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum, Heris Meyosep, tidak berada dari kantor. Salah satu sfat mengaku pimpinan sedang keluar. “Bapak keluar mas,” kata salah satu staf. Heris saat dikonfirmasi terkait hal ini. Telepon selulernya saat dihubungi aktif, tapi tidak diangkat. Hinnga sekarang pesan singkat tidak balas. (Ist)

TIDAK ADA KOMENTAR