Khamami Temukan Dugaan Pungli Pada Wisata Edukasi Anak Yatim Mesuji

Khamami Temukan Dugaan Pungli Pada Wisata Edukasi Anak Yatim Mesuji

630
0
BERBAGI

Foto,Empat Bus wisata edukasi anak yatim dilepas Bupati Mesuji, Wakil Bupati, Sekda, dan OPD.

Lensalampung.com – Mesuji – Bupati Mesuji Khamami tiba-tiba invetigasi saat melepas 200 anak yatim dan anak yang tidak mampu untuk wisata ke TMII Ancol, Jakarta, Rabu (14/11).

Hasilkan, seorang guru honorer dan kepala sekolah tertangkap basah lakukan pungutan liar (pungli).

Itu setelah beberapa anak yang langsung ditanya Bupati Khamami.

Ya! Oknum guru honorer itu adalah Adi dan Kepala SDN 28 Labuhanpermai, Wayserdang, Heri, diduga lakukan pungli dalam keberangkatan wisata edukasi sebesar Rp100 ribu per anak.

“Saya sengaja mendadak lakukan investigasi, dan ada yang mau bermain lakukan hal yang tidak sepantasnya dengan meminta uang kepada anak, satu guru honorer dan kepala sekolahnya meminta uang Rp100 ribu, dan akan saya mutasi kepala sekolah itu serta honor tersebut saya berhentikan. Ini sudah tidak benar, setega itu mereka (iknum) meminta uang kepada anak yang tidak mampu,” ujar Khamami.

“Kemudian tadi ada beberapa anak yang membawa uang kita ambil untuk disimpan sementara dan nanti sewaktu pulang kami berikan kembali,” kata Khamami dengan geram di sela-sela pelepasan Wisata Edukasi di rumdis bupati, Rabu(14/11).

Selain itu, Khamami juga menjelaskan, dalam wisata edukasi, anak diberikan uang saku sebesar Rp250 ribu/anak dan pendampingan Babinsa Rp1 juta, guru honorer Rp750 ribu, tenaga kesehatan Rp300 ribu dan kaos, serta sandal.

“Sebanyak 200 anak berangkat menggunakan empat Bus Cahaya Wisata. Tempat yang akan dikunjungi antaranya Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, dan Monas selama tiga hari. Hal ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Mesuji untuk anak bangsa kita, terutama anak yatim dan anak yang tidak mampu,” tutupnya.(sandi)

TIDAK ADA KOMENTAR