DBD mulai Meningkat, Dinkes Lampura Himbau Masyarakat Terapkan PSN

DBD mulai Meningkat, Dinkes Lampura Himbau Masyarakat Terapkan PSN

75
0
BERBAGI

Lampung Utara, Lensalampung.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) saat musim penghujan saat ini mengalami peningkatan.Untuk itu seluruh Masyarakat Kabupaten Lampung Utara (Lampura) diminta untuk lebih waspada.Rabo (22/06/2022).

Nyamuk DBD dapat dicegah keberadaan bahkan penyebarannya jika Masyarakat menerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.”Hingga saat ini sudah ada 55 kasus DBD. 55 orang ini mereka yang sudah dinyatakan memiliki laporan KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit). Untuk itu kita minta Masyarakat lebih waspada, terapkan PSN dari rumah kita terlebih dahulu.jika PSN sudah berjalan,Insyallah DBD tidak akan bersarang di pemukiman kita,”ujar Kabid P2PL Lampura Dr. Dian Mauli didampingi Kasi Penyakit Menular Yusuf.

Untuk menentukan seseorang Positif terjangkit DBD lanjut dr. Dian, harus memiliki surat keterangan dari dokter dan pemeriksaan trombosit dari Puskesmas.Kemudian nanti setelah dinyatakan benar, Diskes Lampura akan menginformasikan kepada Puskesmas agar melakukan PE ke rumah Pasien.Jika setelah dilakukan PE banyak ditemukan jentik nyamuk dan dilingkungan ada masyarakat yang mengalami keluhan yang sama maka akan dilakukan Fogging.

Namun jika saat PE tidak ditemukan jentik nyamuk DBD dan dilingkungan nya juga tidak ada maka tidak bisa dilakukan fogging.”Itu bisa saja terjadi, misalnya anak itu tinggal di Kotabumi, dia baru pergi ke tempat neneknya di Bandarlampung dan di sana dia digigit nyamuk DBD, nah ini penyebab tidak ditemukannya jentik nyamuk di rumah pasien. Kebanyakan kasusnya seperti ini,”kata dr. Dian.

Meski begitu masih dia, saat ada Masyarakat yang dinyatakan Positif DBD ia meminta kepada pihak Puskesmas untuk lebih tanggap dan merespon secara cepat keluhan Masyarakat itu.
Dari Dinkes Lampura menyiapkan obat jika ada Puskesmas yang mau melakukan Fogging.
Selain itu juga ada obat pengganti bubuk Abate untuk Masyarakat daerah Endemik seperti Kelurahan Gapura, Cempedak, Sribasuki, Rejosari dan Desa Madukoro.

Sejatinya dalam satu rumah itu ada juru Jumantik yang bisa melakukan pemantauan jentik nyamuk seperti air yang menggenang di Dispenser, Kulkas, Fas Bunga dan tempat lainnya di dalam rumah yang bisa digunakan untuk penampungan air setiap harinya.”Yang perlu kita awasi itu utamanya yakni seprti Dispenser, Kulkas dan fas bunga itu kan ada tempat airnya. Itu harus rutin di bersihkan, sehingga nyamuk tidak bersarang.setelah itu baru membersihkan tempat penampungan air yang ada di luar rumah,”pungkasnya.(Bbn/Ccp)

TIDAK ADA KOMENTAR