Disdik Respons soal Murid Terlantar, Ini Pemicu Guru Mogok Ngajar

Disdik Respons soal Murid Terlantar, Ini Pemicu Guru Mogok Ngajar

703
0
BERBAGI
Beri Klarifikasi : Kepala dinas Pendidikan Lampung utara, Suwandi, S. Pd memberikan keterangan kepada wartawan terkait aksi mogok guru (Foto : Berkhin - Lensalampung.com)

Lampung Utara, Lensalampung.com – Persoalan tidak berlangsungnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar Negeri 2 Papang Tangguk Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, Lampung Utara, tetap menjadi masukan bagi Dinas Pendidikan setempat. Setelah mengetahui persoalan itu, Kepala Dinas Suwandi,S.Pd, menegaskan, bila dirinya telah memanggil seluruh pihak terkait.

Menurut Suwandi, dari informasi yang ia himpun, tidak benar adanya bila belajar mengajar tidak aktif. Kondisi di SDN 2 Papang Tangguk Jaya itu hanya terdapat kekeliruan pendapat. Dimana Pelaksana Tugas Kepala Sekolah baru berencana akan menurunkan gaji guru sesuai dengan alokasi dana BOS yang sekolah diterima. Atas kekeliruan itulah mencuat mogok belajar.

“Dari hasil informasi yang saya dapat, belajar terhenti 2 minggu itu tidaklah benar. Hanya miss komunikasi beberapa hari. Dimana Plt. Kepala Sekolah saat itu, baru punya rencana mau mengurangi honor (gaji) guru, itu lah yang menyebabkan semua ini. Tetapi setelah Kepsek kita panggil ke Dinas Pendidikan, kita tegaskan tidak ada pengurangan tersebut.” Jelas Suwandi Kadisdik, Lampura, dikonfirmasi jumat (12/8/2016)

Pihaknya juga sudah merintahkan, agar sekolah tersebut memakai pola yang sebelumnya. Agar 102 murid dan 11 guru yang ada kembali mengajar seperti biasanya.

“Saya juga sudah tegaskan, dengan membuat surat pernyataan bila kepala sekolah tetap memperjuangkan nasib guru dan anak didiknya. Dan sudah saya perintahkan, bila besok sabtu (13 Agustus 2016) kegiatan belajar mengajar harus kembali seperti biasa.” Imbuh Suwandi.

Ditambahnya, karena lokasi sekolah itu cukup jauh, pihaknya kesulitan untuk mencari kepala sekolah devinitif. Semua terkendala dengan administrasi. “untuk bisa menjadi kepala sekolah itu ada Permennya, kriterianya antaranya golongan IIIc dia PNS, harus pendidikan S1, dan usianya tidak lebih dari 50 tahun.” Pungkas Suwandi. (Ben)

TIDAK ADA KOMENTAR