Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, memberikan evaluasi khusus terkait tingkat kebugaran Febri Hariyadi usai melakoni debutnya bersama Laskar Sambernyawa. Penampilan perdana Febri terjadi saat Persis menjamu PSBS Biak di Stadion Manahan, Surakarta, pada Sabtu (21/2/2026), yang berakhir imbang 1-1. Milo menyoroti minimnya menit bermain sang pemain saat masih berseragam Persib Bandung sebagai faktor utama kendala fisik.
Debut Perdana dan Apresiasi Pelatih
Pemain berusia 30 tahun itu masuk sebagai pengganti pada menit ke-59, menggantikan Alfrianto Nico. Meskipun debut tersebut belum mampu membawa kemenangan bagi Persis Solo, Milomir Seslija tetap memberikan apresiasi atas kemauan keras Febri di lapangan.
“Tadi Febri masuk dan bermain dengan sangat baik. Kami menciptakan banyak peluang, setidaknya ada 7 sampai 8 kemudian dia tidak banyak membuat peluang,” kata Milomir Seslija.
Adaptasi Pasca-Periode Sulit di Bandung
Kepindahan Febri Hariyadi ke Solo dengan status pinjaman memang bertujuan untuk mengembalikan sentuhan permainannya yang sempat meredup. Winger tersebut tercatat hanya tampil sebanyak delapan kali selama musim ini di klub lamanya, Persib Bandung, itu pun lebih sering berangkat dari bangku cadangan pada putaran pertama Super League 2025-2026.
Tantangan Kebugaran Kompetitif
Pelatih yang akrab disapa Milo tersebut memaklumi jika Febri belum bisa melepaskan potensi terbaiknya dalam menciptakan peluang. Baginya, terdapat perbedaan besar antara kondisi fisik saat latihan dengan kebugaran yang dibutuhkan dalam tensi pertandingan resmi.
“Tetapi itulah masalah kami. Mungkin pemain terlihat fit tetapi dalam hal tingkat kebugaran dia lama tak bermain jadi harus beradaptasi lagi,” ucap Milo.
Informasi mengenai evaluasi kebugaran Febri Hariyadi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Milomir Seslija setelah pertandingan Persis Solo melawan PSBS Biak.
