Sepakbola

Bungkam Marseille 3-0, Liverpool Tembus Empat Besar Liga Champions Berkat Gol Magis Szoboszlai

Liverpool sukses mencuri poin penuh saat bertandang ke markas Marseille dalam lanjutan Liga Champions 2025/2026, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan 3-0 The Reds di Stade Velodrome diwarnai aksi cerdik Dominik Szoboszlai melalui eksekusi tendangan bebas yang tidak biasa.

Gol pembuka Szoboszlai di babak pertama menjadi pemantik semangat tim asuhan Arne Slot. Keunggulan tim tamu kemudian bertambah melalui gol bunuh diri kiper Geronimo Rulli dan ditutup oleh penyelesaian akhir Cody Gakpo yang memastikan tiga poin bagi wakil Inggris tersebut.

Hasil ini mengukuhkan posisi Liverpool di peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 15 poin dari tujuh pertandingan. Kemenangan telak ini sekaligus menjaga peluang klub asal Merseyside tersebut untuk lolos langsung ke babak 16 besar tanpa melalui fase play-off.

Aksi Cerdik Szoboszlai di Bawah Pagar Betis

Dominik Szoboszlai kembali membuktikan peran vitalnya dengan catatan empat gol dan tiga assist di Liga Champions musim ini. Gol terbarunya lahir dari skema tendangan bebas unik yang mengecoh barisan pertahanan Marseille di depan kotak penalti.

Alih-alih melambungkan bola melewati pagar hidup, pemain asal Hungaria itu melepaskan sepakan mendatar yang presisi. Bola meluncur di bawah kaki para pemain Marseille yang kadung melompat, lalu bersarang mulus di pojok kiri gawang yang dikawal Rulli.

Komentar Szoboszlai dan Respon Roberto De Zerbi

Szoboszlai mengakui bahwa teknik tendangan bebas tersebut merupakan hasil latihan rutin. Ia memanfaatkan celah karena tidak ada pemain lawan yang berbaring di belakang pagar betis untuk menghalau bola bawah.

“Saya terus melatihnya dan diberitahu bahwa tidak ada pemain yang berbaring, jadi bisa saja saya menggulirkan bola melewati bawah pagar betis. Tidak ada yang menghalangi di bawah, jadi saya coba saja dan berhasil,” ujar Szoboszlai kepada ESPN.

Di sisi lain, pelatih Marseille Roberto De Zerbi mengungkapkan kekecewaannya atas koordinasi pertahanan timnya. Ia menyebut timnya telah dibobol dengan cara yang dianggap konyol akibat kurangnya antisipasi terhadap pergerakan lawan dalam situasi bola mati.

Informasi mengenai hasil pertandingan dan statistik pemain ini dikonfirmasi melalui laporan resmi pertandingan Liga Champions dan wawancara pascapertandingan di Stade Velodrome.

Tinggalkan komentar