Presenter Irfan Hakim buka suara menanggapi tudingan publik yang menyebutnya membela Denada dalam masalah dengan Ressa Rizky. Ia menegaskan tidak memihak siapa pun dan merasa menjadi korban framing atas wawancaranya.
Irfan Hakim, yang kini berusia 50 tahun, menjelaskan bahwa tuduhan tersebut muncul karena adanya pembentukan opini. Ia menekankan bahwa wawancaranya dengan Hotman Paris dilakukan sebelum Ressa Rizky tampil dalam podcast Denny Sumargo.
Klarifikasi Tudingan Membela Salah Satu Pihak
Irfan Hakim membantah anggapan bahwa ia berkomentar mengenai pengakuan Ressa Rizky atau memihak salah satu pihak. Ia merasa posisinya disalahpahami oleh sebagian masyarakat.
“Kesannya gue berkomentar mengenai pengakuan rasa, terus gue menyaksikan dan juga gue berada di salah satu pihak,” ujar Irfan Hakim dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Sebagai seorang anak dan bapak, Irfan Hakim menyatakan tidak membenarkan tindakan yang salah. “Dengar ya, jika ibu tidak mengurus anaknya, salah. Begitupun, jika ada komunikasi yang kurang baik antara ibu dan anak, anak dan ibu, itu juga salah,” tegasnya.
Ia menambahkan, “Gue ini ada seorang anak, gue juga seorang bapak, seperti itu. Jadi gue tidak membenarkan itu semuanya.”
Kronologi Wawancara dan Posisi Netral
Irfan Hakim merasa bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk mendengar versi cerita dari kedua belah pihak, baik Denada maupun Ressa Rizky. Hal ini berbeda dengan sebagian besar orang yang mungkin hanya mendengar dari satu sisi.
“Mungkin gini ya, hampir sebagian besar orang mendengarkan hanya dari satu pihak saja. Mungkin gue diberikan kesempatan mendengarkan dari dua belah pihak. Gue melihat pengakuan dari podcast itu, gue pun menerima cerita dari pihak Denadanya, yang belum bisa disebarluaskan dan saya tidak berpihak kepada salah satu pun,” ungkap Irfan.
Ia juga menekankan bahwa apa yang disampaikan oleh Denada dan Ressa Rizky adalah hak mereka untuk bersuara. Namun, kebenaran dari pernyataan tersebut tidak ada yang tahu secara pasti.
“Karena menurut saya, apa yang disampaikan oleh Denada, apa yang disampaikan oleh Ressa, itu hak mereka untuk bersuara. Apakah yang disampaikan itu benar Tidak pernah ada yang tahu. Sayangnya, statement Denada atau cerita Denada kepada saya dan teman-teman circle kecilnya, ya kami tidak bisa mengatakannya, tidak bisa mengungkapkannya. Itu hak dari Denada,” tutur Irfan Hakim.
Dampak Hujatan dan Permohonan Maaf
Irfan Hakim berharap agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan masalah ini untuk kepentingan pribadi. Ia juga meminta maaf jika pernyataannya dianggap mengecewakan atau ia dianggap ikut campur dalam masalah tersebut.
“Kita semuanya pihak luar, kenapa kita kisruh semuanya? Jadi jika statement saya dianggap mengecewakan, mohon maaf,” ucapnya.
Presenter tersebut menyadari bahwa hujatan yang ditujukan kepadanya juga berdampak pada istri dan anak-anaknya. Ia menyampaikan terima kasih atas segala tuduhan dan kata-kata kasar yang diterimanya.
“Terima kasih hujatannya, terima kasih tuduhannya, terima kasih kata-kata kasarnya, tidak hanya kepada saya, tapi bahkan pada anak-anak saya, istri saya dan keluarga saya,” kata Irfan Hakim.
Irfan Hakim menjelaskan bahwa ia jarang membuat video klarifikasi, namun merasa perlu melakukannya kali ini untuk mencegah fitnah. “Saya jarang membuat video klarifikasi seperti ini, tapi tampaknya sekarang saatnya saya harus membuat ini supaya tidak terjadi fitnah kepada saya. Oke, sukses untuk Denada, sukses untuk rasa, mudah-mudahan kasus ini cepat selesai,” tutupnya.
Klarifikasi Irfan Hakim tersebut disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, yang dilihat pada Minggu, 01 Februari 2026.
