Sepakbola

Erick Thohir Sayangkan Insiden Suporter Persib di ACL 2, Tegaskan Pentingnya Antisipasi Pengamanan

Advertisement

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyoroti insiden masuknya oknum suporter ke lapangan setelah laga Persib Bandung melawan Ratchaburi FC di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026. Peristiwa yang terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu (18/2/2026) ini kembali mencoreng citra sepak bola Indonesia di mata internasional. Erick Thohir menegaskan pentingnya antisipasi pengamanan dan kini menunggu keputusan resmi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Insiden di GBLA dan Respons Awal

Insiden tersebut terjadi sesaat setelah wasit meniup peluit panjang pada laga leg kedua babak 16 besar ACL 2 antara Persib Bandung dan Ratchaburi FC. Meskipun Persib berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 di kandang, hasil tersebut tidak cukup untuk meloloskan Maung Bandung ke babak selanjutnya karena kalah agregat 1-3.

Kekecewaan suporter yang memuncak berujung pada aksi sejumlah oknum yang memaksa masuk ke area lapangan. Pelatih Persib, Bojan Hodak, bahkan harus turun tangan langsung bersama para pemain untuk menenangkan situasi dan menghalau suporter agar kericuhan tidak meluas. Namun, insiden ini telah menarik perhatian media internasional yang menyoroti lemahnya pengamanan.

Pernyataan Tegas Menpora Erick Thohir

Menanggapi insiden tersebut, Erick Thohir menyatakan keprihatinannya. “Ya, saya tentu yang bilang, kejadian-kejadian seperti ini perlu diantisipasi,” ujar Erick kepada awak media di Kantor Kemenpora pada Jumat (20/2/2026).

Ia menekankan bahwa pihak penyelenggara seharusnya dapat mengantisipasi aksi pitch invasion tersebut. Meski demikian, Erick Thohir memilih untuk tidak berspekulasi mengenai bentuk hukuman yang akan diterima Persib. “Tapi kita tunggu dari AFC-nya sendiri seperti apa penilaiannya,” tambahnya.

Advertisement

Bayang-bayang Sanksi Berat dari AFC

Insiden ini menambah catatan buruk bagi Persib Bandung di kancah Asia. Sebelumnya, pada fase grup ACL 2, Maung Bandung telah dijatuhi denda sebesar US$ 30.000 oleh AFC. Sanksi tersebut diberikan akibat pelanggaran disiplin penonton, termasuk penggunaan alat pembakar dan kelalaian dalam regulasi keselamatan.

Publik kini khawatir bahwa rekam jejak kedisiplinan ini akan memperberat posisi klub. Potensi sanksi administratif maupun denda besar berpeluang kembali dijatuhkan oleh AFC, terutama jika hasil penilaian pengawas pertandingan menguatkan adanya kegagalan pengamanan. Erick Thohir meminta semua pihak untuk menunggu hasil sidang komisi disiplin. “Tentu itu ada wilayah yang lebih tinggi lagi yang saya mungkin tidak mau berkomentar sebelum sanksinya,” pungkasnya.

Informasi lengkap mengenai insiden dan potensi sanksi ini disampaikan melalui pernyataan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir pada Jumat, 20 Februari 2026, serta menunggu laporan resmi dari AFC.

Advertisement