Chelsea harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Burnley 1-1 dalam lanjutan Liga Inggris 2025-2026. Duel yang digelar di Stadion Stamford Bridge, London, pada Sabtu (21/2/2026) malam WIB tersebut diwarnai kartu merah untuk bek Chelsea, Wesley Fofana.
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, memberikan komentar usai pertandingan. Ia enggan menyalahkan para pemainnya meski timnya harus kehilangan tiga poin yang sudah berada di depan mata.
Hasil Imbang Dramatis di Stamford Bridge
Chelsea berhasil unggul cepat melalui gol Joao Pedro pada menit ke-4. Namun, keunggulan tersebut tidak dapat dipertahankan hingga akhir pertandingan.
Pada menit ke-72, Chelsea harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Wesley Fofana dikartu merah wasit. Fofana mendapat kartu merah usai melakukan tekel keras kepada James Ward-Prowse.
Dengan defisit pemain, Chelsea beberapa kali kedodoran menahan gempuran dari Burnley. Gol penyama kedudukan akhirnya tercipta pada menit ke-90+3 melalui Zian Flemming, membuat skor akhir menjadi 1-1.
Pembelaan Liam Rosenior untuk Wesley Fofana
Liam Rosenior menilai kartu merah yang diterima Wesley Fofana bukan semata-mata karena kesalahannya. Menurutnya, ada kesalahan performa yang ditunjukkan Chelsea sehingga terlalu lama dalam menguasai bola.
“Itu bukan kesalahan Wesley, itu kesalahan performa kami,” ujar Rosenior saat sesi konferensi pers dikutip dari Football London. “Sejak gol pertama, kami kurang pengambilan keputusan, saya ingin kami menciptakan gelombang serangan demi gelombang serangan. Kami terlalu aman dalam penguasaan bola.”
Rosenior menyayangkan kartu merah yang diterima Fofana. Meski demikian, ia menilai kedisiplinan The Blues sudah sangat berubah sejak berada di bawah arahannya.
“Kedisiplinan kami sejak saya datang sangat baik. Kartu merah untuk Wes itu sangat disayangkan,” jelasnya. “Saya merasa ada sesuatu yang terjadi sebelumnya yang seharusnya bisa ditangani lebih baik oleh wasit, tetapi hal itu tidak diperhatikan.”
Sorotan pada Performa Tim dan Gol Menit Akhir
Lebih lanjut, Rosenior menyebut penampilan Chelsea di babak kedua sebenarnya lebih baik daripada babak pertama. Namun, beberapa kali para pemainnya kurang bijak dalam mengambil keputusan, termasuk terlalu bermain terbuka.
“Saya merasa permainan secara keseluruhan, penampilan babak kedua jauh lebih baik daripada babak pertama,” kata Rosenior. “Kami tidak mengambil keputusan yang tepat untuk momen-momen yang kami ciptakan dan kami tidak menyelesaikan pertandingan dengan baik serta membiarkan diri kami terbuka.”
Selain itu, Rosenior juga menyoroti efektivitas dalam memanfaatkan bola mati yang cenderung lemah. “Kami membutuhkan pemain yang dapat diandalkan untuk melakukan tugas mereka. Rekor pertahanan bola mati kami musim ini tidak sesuai harapan,” tambahnya.
Tentang terjadinya gol penyama kedudukan dari Burnley, Rosenior menilai ada kelengahan dari para pemainnya dalam hal penjagaan di menit akhir. “Ada tugas penjagaan yang terlewat, tugas itu tidak dilakukan. Saya di sini bukan untuk menyalahkan pemain. Ada seorang pemain yang kami tugaskan (untuk menjaga Flemming) yang menjaga pemain yang salah,” tegasnya.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Liam Rosenior dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan yang dikutip dari Football London.
