Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan komitmen FIFA untuk menggalang dana sebesar 75 juta dolar AS atau setara Rp1,2 triliun guna mendukung proyek pembangunan sepak bola di Gaza. Program ambisius ini direncanakan akan melibatkan deretan pemain sepak bola ternama dunia dalam proses pemulihan wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Kamis (19/2/2026) dalam acara pengumuman kerja sama antara FIFA dengan Board of Peace, sebuah lembaga yang dibentuk untuk mendukung proses rekonstruksi Gaza. Dalam kesempatan itu, Presiden FIFA Gianni Infantino turut hadir dan memberikan dukungan simbolis terhadap inisiatif tersebut.
Keterlibatan Tokoh dan Bintang Sepak Bola Dunia
Donald Trump menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada daya tarik global melalui kehadiran para atlet papan atas. Ia meyakini kehadiran bintang-bintang besar akan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Gaza.
“Saya pikir proyek-proyek terkait sepak bola, di mana Anda membangun lapangan dan mendatangkan bintang-bintang terbesar di dunia ke sana — orang-orang yang lebih terkenal daripada Anda dan saya, Gianni,” ujar Trump merujuk pada Gianni Infantino.
Dalam pertemuan tersebut, Infantino tampak mengenakan topi merah bertuliskan “USA” dan “45-47”, yang merujuk pada periode kepemimpinan Trump. Infantino menegaskan bahwa misi FIFA kali ini melampaui sekadar pembangunan fisik, melainkan menyentuh aspek emosional masyarakat terdampak konflik.
Visi Pemulihan Sosial Melalui Olahraga
Gianni Infantino menekankan pentingnya membangun kembali harapan bagi warga Gaza melalui sepak bola. Menurutnya, investasi ini merupakan langkah penting dalam proses pemulihan sosial di wilayah pascakonflik.
“Tidak hanya perlu membangun kembali rumah, rumah sakit, dan sekolah, tetapi juga membangun kembali manusia, emosi, dan harapan. Inilah makna sepak bola bagi saya,” tegas Infantino. Ia menambahkan bahwa kesepakatan dengan Board of Peace akan menjadi motor penggerak investasi sepak bola yang berkelanjutan.
Rencana Tiga Tahap Pembangunan FIFA di Gaza
Berdasarkan rilis resmi, FIFA telah menyusun peta jalan pembangunan yang terbagi ke dalam tiga fase strategis:
- Tahap Pertama: Pembangunan 50 lapangan mini FIFA Arena di sekitar sekolah dan pemukiman dalam kurun waktu tiga hingga enam bulan.
- Tahap Kedua: Pembangunan lima lapangan berstandar internasional di berbagai distrik dalam jangka waktu 12 bulan.
- Tahap Ketiga: Pembangunan akademi sepak bola modern dan stadion nasional berkapasitas 20.000 penonton dalam rentang waktu 18 bulan hingga tiga tahun.
Meski rencana telah dipaparkan, FIFA belum merinci sumber pendanaan spesifik atau mekanisme penggalangan dana yang akan digunakan. Selain itu, keterlibatan Federasi Sepak Bola Palestina dalam proyek ini juga belum dikonfirmasi secara resmi.
Tantangan Implementasi dan Peran Indonesia
Implementasi proyek ini diprediksi akan menghadapi tantangan teknis dan geopolitik di lapangan, termasuk koordinasi terkait keamanan dan distribusi bantuan. Sumber internal FIFA menyebutkan bahwa koordinasi dengan Board of Peace terus dilakukan untuk menentukan skala prioritas proyek.
Indonesia sendiri tercatat sebagai anggota Board of Peace. Sejalan dengan inisiatif perdamaian ini, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyatakan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza guna mendukung stabilitas di wilayah tersebut.
Informasi lengkap mengenai inisiatif pembangunan ini disampaikan melalui pernyataan resmi FIFA dan Board of Peace yang dirilis pada Februari 2026.
