Raheem Sterling kini berstatus tanpa klub setelah resmi mengakhiri kontraknya dengan Chelsea pada Rabu (28/1/2026). Perpisahan ini mengakhiri kebersamaan sang winger dengan The Blues selama 3,5 tahun.
Meski kini bebas bergabung dengan klub mana pun, permintaan finansial signifikan dari pemain berusia 31 tahun tersebut diyakini menjadi kendala utama bagi banyak tim peminat.
Perjalanan Singkat di Stamford Bridge
Sterling hanya efektif bermain selama dua musim bersama Chelsea. Pada musim lalu, ia dipinjamkan ke Arsenal dan tidak didaftarkan dalam skuad The Blues untuk musim ini.
Saat kontraknya diputus, Sterling juga menerima kompensasi. Namun, jumlah tersebut tidak sebesar total yang akan ia dapatkan jika bertahan hingga kontraknya berakhir pada 2027.
Minat Klub Liga Champions dan Kendala Finansial
Sky Sports melaporkan bahwa sehari setelah putus kontrak, perwakilan Sterling telah berkomunikasi dengan tujuh klub peserta Liga Champions.
Namun, Direktur Olahraga Napoli, Giovanni Manna, mengungkapkan pihaknya sempat mendekati Sterling pada musim panas lalu. Juara bertahan Serie A itu akhirnya mundur karena tidak mencapai kesepakatan harga.
“Raheem sangat bagus, tapi dia sudah lama tidak bermain. Kami bicara dengannya pada musim panas lalu tapi sekarang saya melihat prospeknya sulit (untuk pindah ke Napoli), dia punya permintaan finansial yang signifikan,” ujar Manna kepada Sky Italia.
Gaji Fantastis dan Preferensi Lokasi
Sterling dikabarkan digaji 325 ribu Pound per pekan selama di Chelsea. Angka ini menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi di klub tersebut.
Awalnya, Sterling lebih suka bertahan di London karena dekat dengan keluarga. Preferensi ini membuatnya sempat dikaitkan dengan Fulham dan West Ham United.
Namun, berbeda dengan musim panas lalu, kini ia terbuka dengan opsi bermain di kota atau negara lain.
Informasi mengenai status bebas transfer Raheem Sterling dan minat klub-klub Eropa dikonfirmasi melalui laporan Sky Sports dan pernyataan Direktur Olahraga Napoli.
