Mantan bintang Real Madrid, Gareth Bale, memberikan tanggapan mengenai pemecatan Xabi Alonso yang hanya bertahan selama delapan bulan di kursi kepelatihan Los Blancos. Alonso, yang direkrut pada musim panas 2025, resmi berpisah dengan klub setelah dinilai gagal memenuhi ekspektasi manajemen pada awal tahun 2026 ini.
Tantangan Mengelola Ego Pemain Bintang
Gareth Bale mengaku sama sekali tidak terkejut dengan keputusan cepat yang diambil oleh manajemen Real Madrid. Dalam wawancaranya bersama TNT Sports, pemain yang mencatatkan 258 penampilan untuk El Real tersebut menjelaskan betapa sulitnya posisi pelatih di Santiago Bernabeu.
“Saya sama sekali tidak terkejut. Saya mengerti cara kerja Real Madrid. Itu tempat tersulit bagi setiap pelatih,” tegas Bale sembari tersenyum kecil saat menanggapi kabar pemecatan mantan rekan setimnya tersebut.
Kualitas Taktik vs Manajemen Ruang Ganti
Meskipun menaruh respek besar terhadap kemampuan taktik Alonso, Bale menilai ada aspek lain yang jauh lebih krusial di Madrid. Ia mengakui keberhasilan Alonso membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga, namun tantangan di Madrid jauh melampaui urusan teknis di lapangan.
“Dia pelatih yang bagus, tapi ketika di Madrid, Anda tidak hanya sekadar pelatih. Anda jadi seorang manajer yang harus bisa mengendalikan ego di ruang ganti,” papar Bale. Menurutnya, Madrid dipenuhi pemain bintang yang memiliki kemampuan mengubah permainan secara individu, sehingga kontrol manajerial menjadi kunci utama.
Bale menutup pernyataannya dengan menyebut bahwa Alonso sebenarnya sangat bagus dalam melatih dan meramu taktik, namun sayangnya hal tersebut tidak cukup untuk membuatnya bertahan lama di Madrid. Informasi mengenai komentar Gareth Bale ini dikonfirmasi melalui laporan wawancara eksklusif TNT Sports.