Sepakbola

Guardiola Sebut Arsenal Tim Terbaik, Arteta Bungkam Isu Perang Urat Saraf Jelang Perebutan Gelar

Advertisement

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melayangkan pujian tinggi kepada Arsenal, menyebut tim London Utara itu sebagai yang terbaik. Namun, bos The Gunners, Mikel Arteta, memilih bersikap santai dan menepis anggapan adanya ‘perang urat saraf’ di balik komentar rivalnya tersebut.

Dominasi Arsenal Jadi Dasar Pujian Guardiola

Pujian dari Pep Guardiola tidak lepas dari performa impresif Arsenal sepanjang musim 2025/2026. Hingga Sabtu, 31 Januari 2026, The Gunners masih kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan raihan 50 poin, unggul empat angka dari Manchester City yang menempati posisi kedua.

Selain itu, Arsenal juga berhasil finis teratas di fase grup Liga Champions, menunjukkan konsistensi performa di kancah Eropa yang menjadi salah satu alasan Guardiola melontarkan sanjungan.

Arteta Cuek, Fokus pada Hasil di Lapangan

Menanggapi komentar Guardiola, Mikel Arteta menyatakan tidak merasa bahwa manajer Manchester City itu sedang melakukan ‘perang urat saraf’ dengannya. “Dengan saya? Saya rasa tidak,” kata Arteta seperti dikutip dari BBC.

“Kami berbicara secara umum; ia bercerita tentang apa yang ia rasakan, dan hanya itu. Jika memang ada perang urat saraf (mind games), biarlah itu terjadi. Saya tidak terlalu memperhatikannya; kami hanya harus turun ke lapangan dan memberikan hasil,” tegas pelatih asal Spanyol tersebut.

Advertisement

Performa Menurun dan Kekhawatiran di Perburuan Gelar

Meski mendapat pujian, Arsenal sedang menghadapi periode sulit di Liga Inggris. Mereka belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir. Setelah bermain imbang melawan Liverpool dan Nottingham Forest, The Gunners harus mengakui keunggulan Manchester United.

Rentetan hasil kurang memuaskan ini memicu kekhawatiran bahwa skuad asuhan Arteta mulai kehabisan bensin dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini, meskipun masih memimpin klasemen.

Pernyataan Pep Guardiola dan Mikel Arteta ini dilaporkan oleh media Inggris, termasuk BBC, menyusul performa kedua tim di kompetisi domestik dan Eropa.

Advertisement