Petinggi sepak bola Jerman secara terbuka menyuarakan desakan untuk memboikot Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes terhadap rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ingin mencaplok wilayah Greenland dari Denmark. Langkah ini diambil menyusul ketegangan diplomatik yang meningkat antara Washington dan negara-negara Eropa terkait kedaulatan wilayah tersebut.
Desakan Boikot dari Petinggi DFB
Oke Gottlich, yang menjabat sebagai Presiden klub St. Pauli sekaligus salah satu Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), mendesak agar pembahasan mengenai boikot turnamen akbar tersebut segera dilakukan. Ia menilai situasi saat ini memiliki ancaman yang lebih besar dibandingkan peristiwa boikot Olimpiade pada era 1980-an.
“Apa pembenaran untuk boikot Olimpiade pada tahun 1980-an? Dengan perhitungan saya, potensi ancamannya lebih besar sekarang daripada saat itu. Kita harus segera melakukan diskusi ini,” ujar Gottlich sebagaimana dilansir dari ESPN.
Respons Terhadap Ancaman Ekspansi Amerika Serikat
Selain Gottlich, politisi Jerman Juergen Hardt juga menyuarakan hal serupa. Ia menegaskan bahwa penarikan diri dari turnamen merupakan opsi terakhir untuk memberikan tekanan kepada Trump agar menyadari urgensi masalah Greenland. Trump dilaporkan telah memberikan pernyataan yang menyiratkan kesiapan untuk mengerahkan kekuatan militer guna merebut wilayah tersebut dari Denmark.
Ketegangan ini semakin memanas setelah Trump mengancam akan menaikkan tarif pajak bagi negara-negara yang menentang rencananya. Sebagai respons, Uni Eropa mulai bersiaga dan Denmark telah mengirimkan pasukan ke Greenland untuk mengamankan wilayah kedaulatan mereka dari potensi agresi.
Informasi mengenai wacana boikot Piala Dunia 2026 oleh pihak Jerman ini merujuk pada laporan yang diterbitkan oleh ESPN dan Sportbible.