Juventus kembali menelan kekalahan pahit di kandang sendiri setelah ditekuk Como 1907 dengan skor 0-2 dalam laga pekan ke-26 Liga Italia. Pertandingan yang berlangsung di Juventus Stadium pada Sabtu, 21 Februari 2026, ini membuat pelatih Luciano Spalletti angkat bicara mengenai performa timnya.
Spalletti secara terang-terangan menyebut bahwa musuh terbesar Juventus saat ini adalah diri mereka sendiri. Hasil minor ini memperpanjang tren buruk Bianconeri yang hanya meraih satu hasil imbang dari lima pertandingan terakhir.
Performa Buruk Juventus Berlanjut
Kekalahan dari Como 1907 menambah daftar panjang hasil buruk yang dialami Juventus dalam beberapa pekan terakhir. Gol dari Mergim Vojvoda pada menit ke-11 dan Maxence Caqueret pada menit ke-61 memastikan Como membawa pulang tiga poin penuh dari Turin.
Rentetan hasil negatif Juventus dimulai dengan kekalahan telak 0-3 dari Atalanta, diikuti hasil imbang 2-2 melawan Lazio. Selanjutnya, Inter Milan menundukkan Juventus 3-2 pada pekan ke-25 Liga Italia, sebelum Bianconeri takluk 2-5 dari Galatasaray di babak play-off Liga Champions.
Dengan hasil ini, posisi Juventus di peringkat kelima klasemen Liga Italia semakin terancam, dengan Como yang berada satu strip di bawahnya kini hanya terpaut dua poin.
Analisis Spalletti atas Kekalahan
Seperti dilansir dari Football Italia, Luciano Spalletti menyoroti dampak gol pertama terhadap mental dan performa tim. “Performa tim juga ditentukan oleh gol pertama itu, karena insiden-insiden kecil memang membuat perbedaan,” kata Spalletti.
Ia menambahkan bahwa timnya kesulitan untuk bangkit setelah kebobolan. “Kami mencoba untuk kembali ke laga dengan tekanan individu, tetapi mereka memaksa kami untuk mengejar dengan kualitas dan penguasaan bola mereka. Ketika kebobolan gol pembuka sebanyak 13 kali, Anda akan menanggung akibatnya dalam jangka panjang,” imbuh Spalletti.
Spalletti juga menjelaskan bahwa kesalahan di awal laga menjadi sangat mahal bagi timnya. “Ada saat-saat ketika kami memiliki antusiasme dan beberapa penampilan luar biasa. Ketika itu hilang, begitu pula kepercayaan diri, kesalahan terbukti mahal, dan menjadi sulit untuk bereaksi secara psikologis,” jelasnya.
Menurutnya, tekanan atas hasil-hasil terakhir sangat memengaruhi para pemain. “Beginilah cara kerjanya di kepala para pemain, ada terlalu banyak tekanan atas hasil-hasil terakhir, dan momen-momen inilah yang membuat perbedaan,” pungkas Spalletti.
Tantangan Juventus Menuju Liga Champions
Kekalahan dari Como membuat Spalletti semakin pusing, mengingat tipisnya jarak poin dengan tim-tim di bawahnya. Pekerjaan rumah besar menanti Juventus untuk mengembalikan performa terbaik mereka.
Pekan depan, Juventus akan menghadapi laga krusial melawan AS Roma pada pekan ke-27 Liga Italia. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi penentu peluang Bianconeri untuk lolos ke Liga Champions musim 2026-2027.
Informasi lengkap mengenai pernyataan Luciano Spalletti disampaikan melalui laporan Football Italia yang dirilis setelah pertandingan.
