Peternakan Lampung Sebagai Contoh Daya Tarik Provinsi Riau

Lensa News111 views

BANDARLAMPUNG,Lensalampung.com -Potensi Peternakan Lampung tidak bisa dianggap remeh. Dengan daya tampung hingga mencapai 3,8 juta satuan ternak dan Sumber Daya Alam (SDM) yang memadai, Provinsi Lampung berhasil menjadi salah satu daerah pengekspor ternak kebeberapa Provinsi Lain di Indonesia. Bahkan Provinsi Riau turut tertarik untuk belajar “ilmu ternak” di Provinsi Lampung. Terbukti dengan kunjungan Komisi B DPRD Provinsi Riau dalam rangka belajar belajar dari Provinsi Lampung dalam hal pengelolaan ternak hewan di Ruang Rapat Dinas Perkebunan dan Peternakan,  Jum’at (2/5/2017).

Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Jabuk mewakili Kepala Dinas Dessy Romas menjelaskan Provinsi Lampung memiliki potensi yang cukup besar baik dibidang peternakan,  perkebunan dan pertanian. Khusunya dibidang peternakan didukung oleh 4 (empat) UPTD yakni UPTD balai pembibitan ternak dan pakan, UPTD balai inseminasi buatan daerah, UPTD laboratoroum kesehatan hewan dan ternak, dan UPTD pembibitan sapi PO,  serta dengan didukung 58 Unit puskeswan dan 6 RPH yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Lebih lanjut,  Jabuk menjelaskan Provinsi Lampung sangat berpotensi di sektor peternakan dikarenakan memiliki lahan yang relatif cukup luas dengan daya tampung mencapai 3,8 juta satuan ternak (ST), tersedianya bahan baku pangan ruminansia yang melimpah serta memiliki SDM yang memadai. “Dengan adanya potensi yang besar dan pengelolaan yang baik, ditahun 2016 Provinsi Lampung mampu memproduksi daging sapi 12.974.498 kg, susu 680.982 liter dan telur 49.781.690 kg.”jelasnya.

Sementara Manahara Manurung Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau selaku ketua Rombongan Komisi B menjelaskan Provinsi Riau merupakan Provinsi dengan jumlah penduduk 6,5 juta jiwa, yang terdiri dari 12 kabupaten/kota dengan pekerjaan sebanyak 80% dibidang pertanian.

“Dalam bidang peternakan, Provinsi Riau melakukan ternak sapi, kambing, dan ayam. Tetapi masih belum bisa menghasilkan sebagaimana yang dihasilkan Provinsi Lampung. Hal ini berbanding terbalik dengan hasil pertaniannya yang mampu dijadikan pakan ternak. Harapannya dengan adanya kunjungan kerja ini mampu meniru pengelolaan ternak yang ada di Provinsi Lampung” Jelasnya.

Pihaknya baru pertama kali melakukan kunjungan di Provinsi Lampung. “Lampung merupakan salah satu pemasok utama sapi. Menjelang Hari Raya harga daging sapi mengalami kelonjakan harga,  hal ini dikarenakan meningginya permintaan dari para konsumen sendiri. Untuk itu,  dengan adanya kunjungan kerja ini pihaknya mampu belajar dari Provinsi Lampung dalam melakukan pengolahan, sehingga kedepannya mampu menyeimbangkan terjadinya kelonjakan harga tersebut” jelasnya. (BA/Rls)