Tottenham Hotspur tengah menghadapi situasi sulit di Liga Inggris musim ini setelah rentetan hasil buruk yang menempatkan mereka di papan bawah klasemen. Upaya manajemen untuk melakukan penyegaran di kursi kepelatihan pun menemui jalan buntu setelah dua target utama, Michael Carrick dan Xabi Alonso, menolak pinangan klub asal London Utara tersebut.
Performa Buruk di Bawah Thomas Frank
Thomas Frank, yang ditunjuk menggantikan Ange Postecoglou, belum mampu mengangkat performa tim meski pendahulunya sukses mempersembahkan trofi Liga Europa. Hingga pekan ke-22, Spurs tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan koleksi 27 poin. Posisi ini membuat Tottenham kini hanya berjarak 10 poin dari West Ham United yang berada di zona degradasi.
Catatan statistik menunjukkan penurunan signifikan bagi The Lilywhites musim ini. Dari 22 pertandingan yang telah dijalani, Tottenham hanya mampu meraih tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan menelan sembilan kekalahan. Mereka kini tertinggal 19 poin dari Liverpool yang menduduki peringkat keempat atau batas akhir zona Liga Champions.
| Statistik Tottenham (Pekan 22) | Jumlah |
|---|---|
| Kemenangan | 7 |
| Hasil Imbang | 6 |
| Kekalahan | 9 |
| Total Poin | 27 |
| Peringkat Klasemen | 14 |
Kegagalan Merekrut Michael Carrick dan Xabi Alonso
Laporan dari Mirror menyebutkan bahwa manajemen Tottenham sempat membidik Michael Carrick untuk menggantikan posisi Thomas Frank. Carrick, yang pernah membela Spurs pada periode 2004-2006, dianggap sebagai sosok yang tepat untuk mengembalikan identitas klub. Namun, Tottenham gagal bergerak cepat sehingga Carrick akhirnya menerima mandat sebagai manajer interim Manchester United hingga akhir musim.
Setelah kegagalan tersebut, radar Tottenham beralih kepada Xabi Alonso. Meski masa jabatannya di Real Madrid tergolong singkat, manajemen Spurs meyakini Alonso memiliki kapasitas untuk membawa klub kembali bersaing di papan atas. Namun, Alonso dilaporkan tidak berminat mengambil pekerjaan di London Utara.
Mantan gelandang timnas Spanyol tersebut dikabarkan hanya menanti panggilan dari Liverpool jika memutuskan untuk berkarier sebagai manajer di Liga Inggris. Penolakan ini menambah daftar panjang masalah yang harus dihadapi manajemen Tottenham dalam upaya memperbaiki performa tim di sisa musim.
Informasi mengenai pergerakan manajer dan kondisi internal klub ini dikonfirmasi melalui laporan media Inggris, Mirror.