Update Status SARA di FB, Polres Tuba Diminta Tegakkan Hukum

Ratusan massa mencari pemilik akun fb Cepto Rodex yang update Status SARA, Jum’at (19/5/2017) malam. (Foto :Doc).

TUBABA, Lensalampung.com – Polres Tulang Bawang diminta untuk melakukan proses hukum terhadap akun Facebook yang mengandung unsur SARA. Yang mana, ratusan warga Kampung Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah pada Jum’at (19/5/2017) malam sekira pukul 20.00 wib mendatangi Kelurahan Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mencari pemilik akun atas nama Cepto Rodex.

Awalnya salah satu warga Gunung Batin membaca status fb atas nama Cepto Rodex yang mengandung unsur SARA, sehingga sekelompok pemuda berkumpul dan mendatangi pemilik akun yang diketahui keberadaannya sebagai penjual pecel lele di depan pasar Mulya asri lalu menghancurkan daganganya, sementara sang pemilik akun fb Cepto Rpdex melarikan diri.

Menurut Erwan (36), warga Kecamatan TBT bahwa, polisi khususnya Polres Tuba harus menegakkan hukum terhadap pemilik akun fb tersebut. “Penegak hukum jangan sampai menunggu terjadi kembali kerusuhan. Karena ini jelas SARA, menghina suku kami, polisi tidak usah menunggu laporan, karena ini harga diri, walaupun yang punya akun masih dibawah umur, tetapi hukum harus ditegakkan,” tegas dia kepada lensalampung.com, Sabtu (20/5/2017).

Sebelumnya, Akun Facebook atas nama Cepto Rodex meng – update status menghina salah satu SMK di Kecamatan Terusan Nunyai, kemudian menantang warga Tiyuh Gunung Batin, dan dengan jelas-jelas menghina salah satu suku di Negeri ini.

Salah satu pemuda Gunung Batin bernama Agung Setiaji (23) mengatakan, mereka kesal dan marah setelah membaca status fb yang menghujat sukunya dan bermuatan SARA sehingga sekitar 300 orang lebih dari Gunung Batin mendatangi Kelurahan Mulya Asri. “Jangan sampai menghina Kampung terlebih suku kami, semua orang pasti marah,” ucap dia bersama massa saat di Mulya Asri semalam.

Sekitar Pukul 22.30 wib Waka Polres Tulang Bawang Kompol Sulmanto Pani masuk ditengah massa dan menghimbau kepada para tokoh, dan pemuda agar bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.”serahkan ke pihak kepolisian permasalahan ini, polisi akan bekerja sesuai dengan laporan yang sudah masuk,”kata Waka Polres Tuba saat melerai massa.

Massa yang beringas juga ditenangkan oleh Agus, Kepala Kampung Gunung Batin sehingga pada saat itu massa berangsur-angsur membubarkan diri dengan syarat Kepolisian setempat harus melakukan tindakan hukum terhadap pemilik akun fb.” Biarkan Polisi bekerja, kita akan lihat hasilnya” pungkasnya. (Dedi Irawan).