Sepakbola

Absennya VAR di Laga Persija vs PSM Jadi Sorotan, Pelatih Kedua Tim Ungkap Kekecewaan Mendalam

Advertisement

Persija Jakarta berhasil menumbangkan PSM Makassar dengan skor 2-1 dalam lanjutan pekan ke-22 Super League 2025-2026. Pertandingan sengit ini berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada Jumat, 20 Februari 2026. Namun, di balik kemenangan Macan Kemayoran, terselip kekecewaan mendalam dari kedua pelatih terkait absennya teknologi Video Assistant Referee (VAR) sepanjang laga.

Kekecewaan Pelatih PSM Makassar

Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, mengungkapkan protes kerasnya atas kondisi VAR yang tidak berfungsi. Menurut Trucha, informasi mengenai ketidakaktifan VAR baru diterima timnya saat melakukan pemanasan, tanpa kejelasan lebih lanjut hingga pertandingan dimulai dan babak pertama usai.

“Kami diinformasikan ketika pemanasan bahwa VAR tidak aktif, dan ofisial masih bekerja untuk memperbaikinya sebelum laga dimulai,” kata Trucha dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Kemudian kami menunggu, menunggu, bahkan hingga selesai babak pertama kami belum mendapatkan kabar.”

Pelatih asal Ceko berusia 54 tahun itu menilai absennya VAR adalah hal yang aneh dan tidak baik untuk sepak bola Indonesia, terutama mengingat level kompetisi yang semakin menanjak. Ia menekankan pentingnya VAR untuk keadilan pertandingan dengan intensitas tinggi.

“Satu hal yang aneh bagi saya atau tidak baik untuk sepak bola Indonesia adalah pertandingan ini tidak menggunakan VAR. Saya pikir kondisi ini tidaklah baik,” ungkap Trucha. “Mungkin jika ada VAR hari ini, mungkin akan ada kemungkinan kartu merah dan sebagainya. Padahal terjadi banyak duel yang cukup keras.”

Trucha juga menambahkan bahwa untuk fair play liga, VAR seharusnya berfungsi dengan baik di setiap pertandingan jika memang sudah diterapkan. “Tapi, ini sudah terjadi. Dan sebagai pelatih, saya harus mengontrol apa yang bisa saya kontrol,” tegasnya.

Advertisement

Tanggapan Pelatih Persija Jakarta

Kekecewaan serupa juga disampaikan oleh pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza. Pelatih berpaspor Brasil ini berpendapat bahwa VAR sangat krusial untuk membantu wasit mengambil keputusan tegas di tengah tensi pertandingan yang tinggi.

“Sayang di hari ini tidak ada VAR. Apapun yang menjadi keraguan di laga, VAR harusnya bisa membantu itu,” kata Souza. “Jika ada VAR, mereka bisa masuk dalam pengambilan keputusan dan menentukan siapa yang membuat kesalahan. Sayangnya, kita sudah diberi tahu bahwa tidak ada VAR, dan kita tidak bisa lakukan apa-apa.”

Insiden VAR Bukan yang Pertama

Insiden tidak berfungsinya VAR di Super League musim ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, teknologi ini juga sempat mengalami kendala pada laga PSIM Yogyakarta vs Semen Padang di awal Januari lalu, meskipun saat itu VAR masih sempat berfungsi sebagian.

Berbeda dengan kasus sebelumnya, pada duel Persija melawan PSM, teknologi pembantu wasit tersebut sama sekali tidak berjalan sepanjang 90 menit pertandingan. Dwigol Persija dicetak oleh Alaeddine Ajaraie dan Maxwell Souza, sementara PSM membalas melalui Sheriddin Boboev.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi kedua pelatih dalam konferensi pers pasca pertandingan yang dirilis pada Jumat, 20 Februari 2026.

Advertisement