Sepakbola

Persija Kalahkan PSM 2-1, Mauricio Souza Soroti Tiadanya VAR dan Akui Kesalahan Protes di Lapangan

Advertisement

Persija Jakarta berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan PSM Makassar dengan skor 2-1 dalam lanjutan Super League 2025-2026. Laga yang digelar di Jakarta International Stadium pada Jumat, 20 Februari 2026, ini diwarnai sorotan tajam dari pelatih Persija, Mauricio Souza, terkait absennya teknologi Video Assistant Referee (VAR) dan insiden kartu kuning yang diterimanya.

Hasil Krusial dan Klasemen Sementara

Dua gol kemenangan Macan Kemayoran dicetak oleh Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-30 dan Maxwell Souza pada menit ke-67. PSM Makassar sempat membalas melalui gol Sheriddin Boboev di menit ke-37. Tambahan tiga poin ini membuat Persija mengoleksi 47 angka, menempatkan mereka di posisi kedua klasemen sementara, dengan perolehan poin yang sama dengan Persib Bandung.

Absennya VAR Jadi Sorotan Pelatih Persija

Sebelum pertandingan dimulai, panitia penyelenggara telah menginformasikan bahwa VAR tidak dapat digunakan karena alasan teknis. Kedua tim menerima informasi tersebut, dan pertandingan tetap berjalan tanpa bantuan teknologi tersebut. Namun, usai laga, Mauricio Souza menyampaikan kritik kerasnya.

“Sayang di hari ini tidak ada VAR. Apapun yang menjadi keraguan di laga, VAR seharusnya bisa membantu,” ujar Mauricio Souza kepada awak media. Ia menambahkan, “Jika ada VAR, mereka bisa masuk dalam pengambilan keputusan dan menentukan siapa yang membuat kesalahan.”

Souza juga menegaskan bahwa timnya telah mengetahui kondisi ini sejak awal. “Sayangnya, kita sudah diberi tahu bahwa tidak ada VAR dan kita tidak bisa lakukan apa-apa,” jelasnya.

Momen Protes dan Kartu Kuning Mauricio Souza

Dalam pertandingan tersebut, Mauricio Souza sempat melancarkan protes keras terkait dugaan offside yang menurutnya diabaikan oleh hakim garis. Protes tersebut berujung pada kartu kuning yang diberikan wasit kepadanya.

Advertisement

“Kami sudah tahu tidak ada VAR. Dalam permainan itu, saya melihat bahwa pemain PSM berada dalam posisi offside,” ungkap Mauricio Souza. Ia melanjutkan, “Saya melihat hakim garis berlari. Dia membiarkan permainan berlanjut seolah-olah dia akan menunggu permainan selesai sebelum berkonsultasi dengan VAR.”

Menurut Souza, tanpa VAR, keputusan harus dibuat segera dan tegas. “Jika tidak ada VAR, tidak boleh ada penundaan. Anda harus memutuskan saat itu juga. Jujur saja, saya pikir dia akan membiarkan permainan berlanjut dan itulah yang terjadi,” tuturnya.

Pelatih asal Brasil itu kemudian mengakui kesalahannya atas insiden tersebut. “Ya, saya sudah meminta maaf. Itu benar-benar tindakan yang tidak bertanggung jawab dan ceroboh,” kata Mauricio Souza.

Informasi lengkap mengenai jalannya pertandingan dan pernyataan resmi terkait absennya VAR disampaikan melalui konferensi pers pasca-pertandingan yang dirilis pada 20 Februari 2026.

Advertisement