Penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, dipastikan batal bergabung dengan AC Milan. Kepindahan pemain berusia 28 tahun itu terganjal masalah kesehatan yang terungkap setelah serangkaian tes medis.
Tes Medis Ungkap Masalah Lutut
Menurut laporan BBC, Jean-Philippe Mateta telah menjalani tes medis intensif pada Minggu (1/2/2026) dan Senin (2/2/2026) sebagai bagian dari proses transfernya ke AC Milan. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya masalah pada lutut sang penyerang.
Temuan ini membuat manajemen Rossoneri memutuskan untuk mundur dari kesepakatan. Klub Serie A tersebut tidak ingin mengambil risiko dengan merekrut pemain yang memiliki riwayat atau potensi masalah kesehatan serius.
Masa Depan Mateta Menggantung
Pembatalan transfer ini membuat masa depan Jean-Philippe Mateta di Crystal Palace menjadi tidak jelas. Sebelumnya, ia dikabarkan sangat ingin meninggalkan Selhurst Park untuk mencari tantangan baru.
Crystal Palace sendiri sempat menolak tawaran sebesar 35 juta paun dari Nottingham Forest untuk Mateta. Kini, dengan batalnya kepindahan ke Milan, Mateta harus kembali menghadapi situasi yang tidak pasti di klubnya.
Palace Sudah Siapkan Pengganti
Meskipun transfer Mateta ke Milan batal, Crystal Palace sebelumnya telah menyiapkan langkah antisipasi. The Eagles dilaporkan berencana mendatangkan Jorgen Strand Larsen dari Wolverhampton Wanderers sebagai pengganti Mateta.
Rencana ini menunjukkan bahwa Palace memang telah bersiap untuk melepas Mateta, namun kini harus mengevaluasi ulang strategi transfer mereka.
Catatan Karier Jean-Philippe Mateta
Jean-Philippe Mateta bergabung dengan Crystal Palace pada tahun 2020 setelah meninggalkan Mainz. Selama membela The Eagles, ia telah tampil dalam 186 pertandingan dan mencetak 56 gol.
Mateta juga tercatat turut membawa Crystal Palace meraih gelar juara Piala FA dan Community Shield, menjadikannya salah satu pemain penting bagi klub tersebut dalam beberapa musim terakhir.
Informasi mengenai pembatalan transfer Jean-Philippe Mateta ke AC Milan dikonfirmasi melalui laporan media Inggris, BBC.