Masyarakat Dua Kecamatan ini Krisis Air Bersih, Andalkan Air Hujan dan Galon...

Masyarakat Dua Kecamatan ini Krisis Air Bersih, Andalkan Air Hujan dan Galon isi Ulang

923
0
BERBAGI

TULANG BAWANG, Lensalampung.com – Masyarakat di dua kecamatan Rawajitu Selatan dan Rawajitu Timur, belum bisa menikmati air bersih, selama ini masyarakat setempat harus mengandalkan air hujan untuk keperluan MCK, sementara untuk air konsumsi terpaksa harus beli air isi ulang.

Melalui rilisnya, Nafian faiz salah seorang kepala Kampung di Kecamatan Rawajitu Timur mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat harus membeli air bersih sekitar 100 ribu rupiah perkubik untuk MCK, sedangkan untuk air minum. Masyarakat harus membeli isi ulang Rp. 8000 pergalon.

“harusnya pemerintah lebih serius menggarap soal air bersih ini, sebab ini kebutuhan dasar masyarakat,kalau di kelola dengan benar bisnis air bersih ini tak ada ruginya,”ungkapnya melalui pesan elektroniknya, Kamis (16/3)

Dia menambahkan bisnis jualan pakai mobil truk dan kapal klotok saja mendapatkan untung, apalagi kalau air bersih langsung di alirkan ke rumah penduduk, tentu ini bukan proyek sosial semata, tapi bisa juga dikelola dengan sistem bisnis dan justru ini sangat menguntungkan, tapi kan ini tidak begitu, saya lihat itu di Rawa jitu Selatan sudah ada sumur bor.

“sudah puluhan tahun kami bermukim, tapi tak pernah ada air nya mengalir, bahkan hampir tiap tahun ada proyek pergantian pipa, tapi airnya gk ada, ini bisnis air,apa bisnis pipa ya,”imbuhnya dengan nada bertanya.

Masih kata Nafian, dirinya memiliki mimpi pemerintah membuat bendungan sungai Pidada di Rawapitu, airnya bisa buat pertanian, perikanan juga untuk air bersih dan dia meyakini ini bisa diwujudkan, kalau di Rawajitu Timur memang agak susah, harus pakai sumur bor dengan kedalaman 200 meter lebih dan airnya juga belum layak minum.

Sementara menurut pengakuan masyarakat setempat, sudah berpuluh-puluhaan tahun warga di Kecamatan Rawa jitu Timur,tapi herannya tak ada upaya serius dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warganya, jalan rusak parah, listrik tada, air bersih tak ada,masa daerah yang dikelilingi air ini tidak bisa diupayakan disediakan air bersih untuk masyarakatnya.

“Kesulitan kami sudah puluhan tahun lamanya, tapi sejauh ini kami belum melihat upaya serius dari Pemerintah,”ucapnya dengan nada kesal (rls/drs)

TIDAK ADA KOMENTAR