Juventus kembali menelan pil pahit setelah takluk dua gol tanpa balas dari tim tamu Como 1907 dalam lanjutan Liga Italia 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Allianz Stadium, Turin, pada Sabtu (21/2/2026) ini memperpanjang tren negatif Si Nyonya Tua dengan tiga kekalahan beruntun. Pelatih Luciano Spalletti menyoroti kondisi mental timnya yang disebut sebagai musuh utama.
Tren Negatif Juventus Berlanjut, Di Gregorio Jadi Sorotan
Kekalahan dari Como 1907 menambah daftar panjang hasil minor Juventus yang kini telah menelan tiga kekalahan beruntun. Sebelumnya, I Bianconeri takluk dari Inter Milan (2-3) dan Galatasaray (2-5). Pada laga kontra Como, gol pertama dicetak Mergim Vojvoda setelah operan Weston McKennie yang kurang akurat kepada Manuel Locatelli.
Antisipasi kiper Michele Di Gregorio yang kurang sempurna saat menghalau sepakan Vojvoda membuat bola bersarang di gawang. Gol kedua Como 1907 juga tak lepas dari keraguan Di Gregorio menghadapi ancaman Maxence Caqueret, yang membuatnya meninggalkan posisinya dan memberikan ruang kosong bagi lawan.
Spalletti Tegaskan Tanggung Jawab Kolektif Tim
Meskipun performa Michele Di Gregorio menjadi sorotan tajam, Pelatih Luciano Spalletti menolak untuk menunjuk sang penjaga gawang sebagai penyebab utama kegagalan tim. Baginya, situasi krisis setelah tiga kekalahan beruntun merupakan beban kolektif yang harus ditanggung bersama.
“Kami telah kebobolan gol dari tembakan on target pertama (oleh lawan) sebanyak 13 kali, dan kesulitan secara mental untuk bereaksi,” kata Spalletti. “Musuh utama kami adalah kami sendiri,” tegas mantan pelatih timnas Italia tersebut dikutip dari Sportmediaset.
Spalletti juga menambahkan bahwa Di Gregorio memiliki tanggung jawab yang sama dengan rekan-rekannya. “Di Gregorio sejalan dengan rekan-rekannya, dia tidak memiliki tanggung jawab lebih berat dari yang lain,” ujarnya.
Sorotan pada Penurunan Semangat dan Kepercayaan Diri Skuad
Spalletti mengamati adanya penurunan semangat dan kepercayaan diri yang signifikan dalam skuadnya saat ini. Ia menyebut timnya baru saja melewati periode penuh semangat, namun kini kondisi tersebut telah memudar.
“Kami baru saja melewati periode penuh semangat dan bermain dengan sangat baik. Setelah itu, semangat dan kepercayaan diri sedikit memudar,” lanjutnya. “Kesalahan yang dibuat akan menghukum Anda, membuat Anda tertinggal sejak awal.”
Advertisement
Pelatih tersebut merinci bahwa proses kebobolan tidak lepas dari keteledoran saat membangun serangan dari lini belakang. Ia menekankan bahwa keyakinan mental adalah kunci untuk keluar dari zona merah ini.
“Kesalahan pertama dalam proses gol itu adalah umpan balik yang ceroboh,” jelas Spalletti. “Dia mungkin bisa melakukan yang lebih baik, tapi kami juga tidak boleh kehilangan bola-bola seperti itu. Segalanya bergantung pada keyakinan, lawan pertama kami adalah diri kami sendiri.”
Luciano Spalletti menyatakan bahwa timnya sebenarnya mampu bersaing apabila memiliki sikap yang tepat secara mental dan teknis. Namun, ia menegaskan bahwa di level tersebut mereka tidak bisa begitu saja mengharapkan hasil tanpa upaya maksimal.
“Jika bersikap benar secara mental dan teknis, kami bisa bersaing. Di level ini, kami tidak bisa berharap pada hasil apa pun. Situasi sulit yang Anda alami selalu menjadi tanggung jawab semua orang,” pungkasnya.
Posisi Juventus Terancam di Zona Liga Champions
Hasil minor ini membuat posisi Juventus kian terancam dalam perburuan zona Liga Champions. Saat ini, I Bianconeri menempati peringkat kelima klasemen, hanya berselisih satu poin dari Como 1907 dan tertinggal satu angka dari AS Roma yang berada di atas mereka.
Informasi lengkap mengenai evaluasi performa Juventus dan pernyataan pelatih Luciano Spalletti disampaikan melalui laporan media olahraga Sportmediaset pada Minggu, 22 Februari 2026.
