Masyarakat Apresiasi Pemkab Kembali Benahi dan Hidupkan Objek Wisata Cakat Raya

TULANG BAWANG, Lensalampung.com – Masyarakat sekitar objek wisata candi dan rumah adat di Kampung Cakat Raya, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang. Menyambut antusias dihidupkannya kembali objek wisata lambang persatuan antar suku di Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur.

Adapun perwajahan barunya saat ini, objek Wisata yang dibangun oleh Bupati Tulangbawang Dr. Hi. Abdurachman Sarbini alias Mance itu, kini telah diperindah dengan konsep alami yang natural nan estetik juga asri, oleh Pj Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan melalui Dinas Pekerjaan umum.

“Kami sangat berterimakasih atas pemikiran Pak Bupati yang belum lama ini menjabat di Tulang Bawang. Dimana bangunan wisata Cakat Raya kini terlihat sangat indah dan terawat setelah 10 tahun terbengkalai,”Kata Ahmad Fi’i kepada Lensalampung.com, Minggu (12/11/2023).

Fi’i menambahkan, dengan dibangunnya kembali pembenahan kembali di objek wisata yang terkenal indah dengan pemandangan alam yang luas dan sungai Tulang Bawang yang membentang tersebut, akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, bahkan diyakini bakal jauh lebih bermanfaat.

“Ya, Alhamdulillah akhirnya objek Wisata yang sudah diperbaiki kembali ini, akan menjadikan tempat kami lebih ramai. Banyak pengunjung akan datang dan kami warga sekitar bisa turut mendapatkan dampak yang positif, kami bisa berdagang, bekerja dan pastinya tempat kami akan terkenal sampai luar Kabupaten bahkan Provinsi,”imbuh Fi’i.

Hal senada, diungkapkan oleh Akmal (60)  salah satu pengunjung, yang juga merupakan mantan pejabat di Pemkab Tulang Bawang. Dirinya merasa bangga dengan gagasan Pj. Bupati Tulang Bawang bersama para jajarannya yang telah berhasil mengembalikan objek wisata Cakat Raya menjadi salah satu alternatif berwisata masyarakat setempat.

“Saya mengapresiasi, ini sebuah ide yang luar biasa, bagaimana kita harus berani memulai dan menjaga Asset yang sudah ada. Justru ini malah tampil makin luar biasa,”kata Akmal saat dijumpai dilokasi.

Sementara itu, dari hasil pengamatan dilapangan. tampak sejumlah pekerja sedang sibuk bekerja dan tampak terlihat alat berat tengah menata batu fosil pada taman didepan candi.

Beberapa batang pohon besar yang dipindahkan langsung dari alam liarnya, tampak berdiri kokoh menghiasi taman, kemudian diperindah dengan rumput taman yang dibeli langsung dari pengrajin rumput asal Lampung Timur.

Taman dengan nuasa alam yang indah, semakin nampak bernilai seni yang tinggi, dengan adanya lorong yang tembus langsung ke bangunan candi, dengan susunan bebatuan.

Ditemui dilokasi, salah satu pekerja Joni (35) menjelaskan, pengerjaan taman telah berlangsung selama 15 hari, kegiatan tersebut ditargetkan akan segera rampung sebelum bulan Desember bulan depan, kendati demikian, sejumlah wisatawan lokal nampak sudah terus berdatangan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *