Real Madrid harus mengakui keunggulan tuan rumah Osasuna dengan skor 1-2 dalam laga lanjutan Liga Spanyol yang berlangsung di Stadion El Sadar, Pamplona, Sabtu (21/2/2026) atau Minggu dini hari WIB. Kekalahan ini membuat posisi puncak klasemen yang diduduki Real Madrid terancam diambil alih oleh rival abadi mereka, Barcelona.
Kekalahan Pahit di El Sadar
Gol telat Raul Garcia pada menit ke-90 menjadi penentu kemenangan Osasuna atas Real Madrid. Hasil minor ini menjadi pukulan telak bagi ambisi juara Los Blancos di Liga Spanyol.
Real Madrid kini gagal menjauh dari kejaran Barcelona yang berstatus juara bertahan. Barcelona hanya terpaut dua poin dan berpeluang merebut puncak klasemen apabila mampu menundukkan Levante di Camp Nou pada Minggu (22/2/2026).
Tim asuhan Alvaro Arbeloa tampil di bawah standar dalam lawatan mereka ke Pamplona. Los Blancos kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal pertandingan.
Jalannya Laga: Penalti Budimir dan Gol Balasan Vinicius
Osasuna membuka keunggulan lebih dulu melalui penalti Ante Budimir. Penalti diberikan setelah sang penyerang dijatuhkan di kotak terlarang oleh kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.
Vinicius Junior sempat membawa Madrid menyamakan kedudukan, memberikan harapan bagi tim tamu untuk setidaknya membawa pulang satu poin. Namun, konsentrasi Madrid terlihat tidak sepenuhnya utuh, di tengah bayang-bayang leg kedua play-off Liga Champions melawan Benfica tengah pekan nanti.
Sejak menit awal, Osasuna tampil agresif dengan Budimir menjadi ancaman utama bagi lini belakang Madrid. Penyerang Kroasia itu nyaris mencetak gol ketika sepakannya melengkung tipis melebar dari tiang jauh gawang Courtois.
Beberapa menit berselang, Courtois harus melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan sundulan Budimir. Momen krusial terjadi ketika Budimir menerobos kotak penalti dan terjatuh usai kontak dengan Courtois.
Wasit awalnya mengganjar Budimir kartu kuning karena dianggap melakukan diving. Namun, keputusan tersebut dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan kaki Courtois menginjak kaki eks penyerang Sampdoria tersebut. Budimir yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang dan mengirim Courtois ke arah yang salah.
“Saya tahu itu penalti dan saya mencoba tetap tenang saat proses peninjauan berlangsung,” ujar Budimir.
Memasuki babak kedua, Osasuna memilih bertahan lebih dalam sambil menunggu celah untuk melakukan serangan balik. Real Madrid berusaha meningkatkan tekanan, namun kerap menemui jalan buntu menghadapi pertahanan rapat tuan rumah.
Arda Guler hampir menyamakan skor lewat tembakan keras yang melayang tipis di atas mistar gawang. Dalam upaya mengejar gol penyeimbang, Arbeloa memasukkan Trent Alexander-Arnold dan Brahim Diaz untuk menambah kreativitas. Masuknya kedua pemain tersebut membuat Madrid lebih dominan dalam penguasaan bola.
Kylian Mbappe sempat mencetak gol, tetapi dianulir karena berada dalam posisi offside. Gol penyama akhirnya datang ketika Federico Valverde menerobos kotak penalti dan mengirim umpan silang yang diselesaikan Vinicius dengan tenang. Gol tersebut menjadi yang kelima bagi Vinicius dalam empat laga terakhir di semua kompetisi.
Mbappe, yang memimpin daftar top skor LaLiga, seharusnya bisa membawa Madrid berbalik unggul sepuluh menit jelang laga berakhir, namun tembakannya diblok secara brilian oleh Javi Galan. Alexander-Arnold juga nyaris mencetak gol lewat tendangan bebas yang melenceng tipis dari sasaran.
Komentar Alvaro Arbeloa: Evaluasi dan Fokus ke Depan
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tidak menampik kekecewaannya atas hasil pertandingan tersebut. Ia mengakui timnya tampil di bawah ekspektasi.
“Ini bukan pertandingan yang bagus dari kami dan kami harus bermain jauh lebih baik,” ujar Arbeloa kepada wartawan, dilansir dari AFP.
Meski demikian, Arbeloa menegaskan bahwa kekalahan ini tidak akan melukai ambisi timnya. Ia mengingatkan bahwa perjalanan di Liga Spanyol masih panjang.
“Tidak ada yang suka kalah, terutama kami, tetapi kami tidak terluka karena masih ada jalan panjang ke depan,” ucap Arbeloa menambahkan.
Arbeloa juga menyoroti kurangnya tempo permainan timnya di beberapa momen. Ia segera mengalihkan fokus ke pertandingan penting berikutnya di Liga Champions.
“Kami sempat menguasai permainan di beberapa momen, tetapi tempo kami kurang, dan pada Rabu kami punya final lain, pertandingan yang sangat penting bagi kami,” kata Arbeloa lagi.
Gol Penentu Raul Garcia dan Sejarah Kemenangan Osasuna
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Raul Garcia menciptakan momen penentuan dengan aksi individu cerdas. Ia mengecoh Raul Asencio sebelum melepaskan tembakan menyilang yang bersarang di sudut jauh gawang Madrid.
Selebrasi Garcia sempat tertunda karena hakim garis mengangkat bendera offside, tetapi VAR memastikan gol tersebut sah. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Osasuna atas Real Madrid di LaLiga dalam kurun 15 tahun terakhir.
Pencetak gol kemenangan, Raul Garcia, mengungkapkan perasaannya usai pertandingan.
“Ini perasaan yang luar biasa dan menurut saya fakta ini gila, karena para penggemar pantas mendapatkan kemenangan seperti ini setelah bertahun-tahun,” kata Raul Garcia kepada DAZN.
Ia juga menjelaskan proses golnya yang krusial.
“Saat saya melihat Asencio mendekat, saya tahu dia akan menjatuhkan badan, lalu saya tetap tenang untuk melewatinya dan akhirnya bisa mencetak gol,” tutur eks pemain Atletico Madrid tersebut.
Informasi lengkap mengenai hasil pertandingan dan pernyataan pasca-laga ini disampaikan melalui laporan pertandingan dan pernyataan resmi dari pihak klub yang dirilis pada Minggu, 22 Februari 2026.
