Pebalap tim LCR Honda, Johann Zarco, memberikan pandangannya mengenai peta persaingan gelar juara jelang bergulirnya musim MotoGP 2026. Dalam pengamatannya, nama Marc Marquez masih menjadi sosok yang paling sulit untuk ditumbangkan, meskipun para rival terus berupaya memberikan tekanan. Zarco menyampaikan analisis tersebut saat menjalani sesi latihan di Cartagena pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menilai bahwa kekuatan yang dimiliki Marquez saat ini berada di level yang berbeda dibandingkan para pembalap lainnya di grid. Meskipun menyadari adanya potensi dari tim Aprilia dan performa apik Marco Bezzecchi, Zarco meyakini bahwa keduanya baru sebatas mampu menggoyang stabilitas, namun belum cukup kuat untuk menggulingkan posisi puncak.
Dominasi Marc Marquez di Musim 2026
Johann Zarco menekankan bahwa keunggulan teknis dan mentalitas pembalap Spanyol tersebut masih terlalu dominan. Menurutnya, upaya untuk menggoyahkan Ducati mungkin saja terjadi, tetapi tidak akan pernah menggulingkan Marquez.
“Menggoyahkan Ducati, ya, tetapi tidak akan pernah menggulingkan Marquez. Dia memiliki terlalu banyak keuntungan,” kata Johann Zarco dilansir dari MotoSan. “Dia terlalu cepat. Untuk gelar juara, pasti Marquez, kecuali ada keadaan yang tidak terduga. Bezzecchi bisa masuk di antara Ducati dan finis kedua atau ketiga, tetapi dia tidak akan menggulingkan Marquez.”
Kematangan dan Semangat Juang Sang Juara
Lebih lanjut, Zarco menyoroti kedewasaan Marc Marquez yang kini telah menginjak usia 33 tahun. Menurutnya, sang peraih gelar juara dunia tersebut telah belajar banyak dari kesalahan masa lalu dan berhasil memadukan bakat alaminya dengan manajemen risiko yang lebih baik.
“Mungkin dia sekarang lebih dewasa untuk bersaing memperebutkan gelar. Dia merenungkan kesalahannya. Dia hanya membuat sedikit kesalahan dan telah kembali ke performa terbaiknya,” ujar Zarco. “Dari mana dia mendapatkan itu? Dia berbakat, tidak diragukan lagi. Dan dia memiliki motor yang luar biasa. Itu menciptakan keseimbangan yang luar biasa.”
Ia juga menambahkan bahwa semangat juang Marquez melampaui standar atlet biasa. Hal inilah yang membuat Zarco merasa lebih banyak rasa kagum dibandingkan iri terhadap kemampuan sang rival. “Tetapi, semangat juangnya yang melampaui atlet rata-rata. Saya tidak berbicara tentang pembalap lain, tetapi atlet rata-rata. Dia memiliki sesuatu yang ekstra.”
Mencermati Talenta Muda dan Masa Depan Tim
Selain membahas persaingan di kelas utama, Zarco juga mencermati pergerakan pasar pembalap dan talenta muda di Moto2. Ia menyoroti potensi rekan setimnya, Diogo Moreira, yang dinilai menunjukkan konsistensi kuat untuk naik kelas di masa depan.
“Itu menunjukkan konsistensi, dan sebagainya. Dia telah mengambil langkah besar ke depan dan akan berada di sana tahun ini. Anda tidak bisa mengatakan dia kekurangan apa pun. Dia mengikuti perkembangan normal, bisa dibilang begitu,” ucap Zarco. Zarco juga sempat menyinggung obrolan santai mengenai potensi keterlibatan pabrikan besar seperti Honda atau Yamaha dalam memantau talenta di kelas menengah.
Kendati demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan seorang pembalap mendapatkan kontrak tetap bergantung pada performa nyata di lintasan. “Meskipun begitu, jika dia mengalami musim yang buruk dan tidak bersaing untuk gelar juara, dia tidak akan menandatangani kontrak,” tutur Johann Zarco. “Tetapi, karena dia sangat serius dalam latihan dan sangat berbakat, karena dia kuat di atas motor, saya percaya padanya,” pungkasnya.
Informasi lengkap mengenai pandangan Johann Zarco ini disampaikan melalui wawancara yang dilansir oleh MotoSan.
