Presiden Jokowi Minta Pembangunan Lampung Terus di Kembangkan

Presiden Jokowi Minta Pembangunan Lampung Terus di Kembangkan

511
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG, Lensalampung.com – Presiden RI Joko Widodo menilai pertumbuhan perekonomian Lampung mulai menggeliat dan berharap dapat terus ditingkatkan dengan fokus terhadap Program Prioritas Pembangunan Provinsi Lampung. Demikian disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Gubernur Lampung dengan Presiden dan Wakil Presiden beserta jajaran Menteri terkait di Istana Negara Jakarta, Senin (06/03/2017).

Dalam pengantarnya Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa perekonomian di daerah-daerah terutama di luar Pulau Jawa sudah mulai menggeliat. Seperti saat ini dimana pertumbuhan perekonomian Provinsi Lampung yakni 5,15% berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun demikian Presiden menegaskan bahwa bertumbuhan ekonomi yang pesat tersebut juga harus berdampak langsung pada 13,8% penduduk miskin di Provinsi Lampung.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, Provinsi Lampung memiliki keunggulan di bidang pertanian, perikanan, perkebunan yang menyumbang 31,4% PDRB (Product Domestic Regional Bruto) Lampung dan diikuti oleh industri pengolahan sekitar 18,8%.

Untuk bisa tumbuh lebih cepat lagi, Presiden berharap infrastruktur pendukung juga segera dibenahi baik infrastruktur transportasi, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Pembangkit Listrik serta Cool Storage untuk sektor  perikanan, bendungan dan penunjang sektor pertanian.

“Saya yakin kedepan perekonomian Provinsi Lampung akan bisa tumbuh lebih cepat, dengan catatan betul-betul bisa fokus bekerja menggarap apa yang menjadi sektor unggulan serta mengembangkan core business Provinsi Lampung”, tutur Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas tersebut.

Predisen juga mengingatkan bahwa Lampung merupakan Pintu Gerbang yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pula Jawa. Untuk itu pihaknya meminta dilakukan langkah-langkah perbaikan yang bersifat sistemik dan menyeluruh terhadap penyebrangan Bakauheni-Merak.

“Perbaikan tersebut meliputi waktu tunggu sandar, sarana dan prasarana pendukung serta aksesibilitas menuju ke pelabuhan”, ujar Presiden. (BA)

TIDAK ADA KOMENTAR