PKK Se-Lampura Gelar Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal

PKK Se-Lampura Gelar Lomba Kreasi Olahan Pangan Lokal

680
0
BERBAGI
Foto, pemotongan pita oleh Endah Kartika prajawati, tanda dibukanya Lomba kreasi olahan pangan Lokal, di eks makam pahlawan, kamis (7/9/2017).

LAMPURA, Lensalampung.com – Guna meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Persatuan Keluarga Sejahtera (PKK) Kabupaten Lampung Utara menggelar Lomba kreasi olahan pangan Lokal, yang diikuti 23 peserta PKK Se-kabupaten Lampung Utara dan 31 Satuan Kerja Daerah, agenda tersebut dilaksanakan didepan kantor PKK Kabupaten setempat, Kamis (7/9/2017) pagi.

Dalam lomba tersebut dihadirkan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, beserta Seluruh kepala dinas/ instansi. Ketua Tim penggerak PKK Ibu hajah Endah kartika prajawati, ketua darma wanita lampura Ibu Dewi Anggraini dan para Tim Penilai.

Diadakan tenda itu ditujukan untuk memperkenalkan dan menambah kecintaan akan berbagai olahan pangan lokal dari Lampung Utara bisa dikenal oleh masyarakat lainnya yang sekaligus dapat mengembangkan kreatifitas setiap peserta yang berpartisipasi. Diharapkan lomba ini dapat mendorong kreativitas masyarakat serta mengangkat citra makanan khas daerah.

“Lomba ini saya harap dapat mengangkat citra makanan khas daerah sesuai dengan prinsip B2SA agar dapat digemari  dan mampu bersaing dengan makanan modern.” Ujar Agung.

Ditempat yang sama, dalam sambutannya Endah Kartika Prajawati memaparkan, betapa pentingnya Membudayakan kembali pakan lokal agar dapat menjadikan alternatif pilihan gizi yang lebih beragam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membantu perekonomian daerah karena itu pada hari ini juga akan diresmikan pusat penasaran besar atau sentral oleh-oleh sebagian sarana untuk memasarkan pusat oleh-oleh khas lampung utara.

“Karena itu saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya, dari keseluruhan 7 ruko tersebut ini diisi produk dari seluruh kecamatan, Terdiri dari 23 kecamatan dan 347 desa yang sudah kita latihan dan bina, Yang meliputi 4 ruko untuk pemasaran produk makanan dan 3 ruko untuk produk kerajinan tangan” ujar nya (BS)

 

TIDAK ADA KOMENTAR